(Beritadaerah – Jawa Timur)  Polda Jatim yang akan mengasuh sekitar 7.044 anak yatim piatu korban COVID-19 diapresiasi oleh Ketua DPD RI, A.A. LaNyalla Mahmud Mattalitti,

Beliau mengungkapkan bahwa langkah Polda Jatim yang mengambil peran sebagai orang tua asuh dan memenuhi segala kebutuhan anak-anak itu, terutama pendidikan serta penyiapan asrama untuk menampung anak yatim itu patut di apresiasi,

Oleh karena  tingginya angka anak yatim piatu akibat COVID-19 , maka diperlukan sinergitas berbagai unsur agar kebutuhan mereka bisa terpenuhi. LaNyalla menyatakan anak-anak tersebut memerlukan  perlindungan untuk hidup, makanan ,  kebutuhan pendidikan  serta pendampingan psikologis pasca kematian orang tuanya.

Agar kesehatan jiwa mereka  pulih dan tidak meninggalkan traumatik pada masa mendatang  maka harus dilakukan pendekatan holistik kepada anak-anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19,  demikian dikatakan oleh LaNyalla.

Disarankan oleh beliau,   Pemerintahan Daerah Jayim  perlu  menjalin kerja sama dengan pihak terkait seperti Dinas PPPA Jatim ataupun  lembaga pendampingan anak lainnya untuk mengatasi  masalah anak yatim piatu itu.

Hal ini sangat  penting dilaksanakan  sebab  seseorang yang ditinggal orang tua di usia sangat muda akan menimbulkan  banyak problematika yang berakibat  serius pada waktu yang akan datang.

Polda Jatim haruslah dapat menjalin kerja sama  lintas stakeholder  agar penanganan ini  dapat memperkecil  segala dampak risiko yang dapat terjadi. Menangani anak-anak ini tidaklah mudah , sebab  mereka memiliki daya ingat  yang cukup baik.

Menurut LaNyalla  bila  kita  salah dalam penanganan,  dapat  menimbulkan dampak yang tidak baik bagi perkembangan psikologis anak-anak tersebut dalam waktu yang akan datang.

Oleh sebab itu  hal ini memerlukan treatment yang tepat , apalagi  kondisi anak-anak ini pastilah  masih labil, sehingga membutuhkan  penanganan intensif dan berkelanjutan.

Ada sebanyak 6.198 anak-anak di Jatim menjadi yatim piatu, berdasarkan data yang disampaikan oleh  Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan/DP3AK Provinsi Jawa Timur hingga Senin (16/8/2021).

 

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.