(Beritadaerah – Nasional) Salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor jasa angkutan yakni DAMRI (Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia) terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kinerjanya. DAMRI sendiri dibentuk berdasarkan Maklumat Kementerian Perhubungan RI No.01/DAMRI/46 tanggal 25 November 1946 dan memiliki tugas utama menyelenggarakan angkutan penumpang serta barang di atas jalan dengan menggunakan kendaraan bermotor.

DAMRI Perintis yang merupakan salah satu segmen usaha DAMRI yang memberikan layanan angkutan di beberapa rute pelosok tanah air, yang berada di wilayah 3 TP (Tertinggal, Terluar, Terpencil, dan Perbatasan). Sebagaimana amanat Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, DAMRI menjalankan fungsinya sebagai “agent of development”.

Layanan Angkutan Perintis mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap mobilitas masyarakat di wilayah 3 TP, tersedianya transportasi sangat menunjang aktivitas masyarakat yang secara tidak langsung dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi baik regional maupun nasional. Perkembangan Angkutan Perintis yang dilaksanakan tidak terlepas dari kebijakan yang diterapkan dalam pelaksanaan serta kebijakan stakeholder lain sebagai penunjangnya, demikian yang dikatakan oleh Kepala Divisi Sekretariat Perusahaan DAMRI Sidik Pramono.

Saat ini DAMRI telah melayani kurang lebih 316 trayek di 32 Provinsi Indonesia, DAMRI Perintis menjembatani konektivitas di Aceh, Medan, Padang, Batam, Pekanbaru, Banjarmasin, Palangkaraya, Samarinda, Tanjung Selor, Ponorogo, Banyuwangi, Jayapura, Biak, Bandung, Serang, Cilacap, Pangkal Pinang, Bengkulu, Halmahera, Sorong Selatan, Merauke, Jambi, Palembang, Serui, Sarmi, hingga Jayapura.

“Melalui layanan tersebut, DAMRI membantu memenuhi kebutuhan masyarakat akan transportasi, sehingga mempermudah untuk mewujudkan sistem transportasi yang berkelanjutan (sustainable transport).” ujar Sidik yang dikutip laman BUMN, Senin (20/9).

Dijelaskan oleh Sidik, untuk pelaksanaan angkutan perintis, DAMRI mendapatkan dana Public Service Obligation (PSO). Sebagian besar dana tersebut dialokasikan di daerah Indonesia bagian timur. Hal tersebut didorong oleh kebutuhan biaya operasional yang tinggi, seperti untuk membantu membuat jembatan, sewa alat berat, serta evakuasi bus perintis yang terperangkap medan yang berat.

Ditambahkan juga oleh Sidik, selain itu dana PSO juga dialokasikan di Indonesia bagian barat, yaitu untuk membantu melewati tantangan yang berbeda seperti di Mendanau, Kabupaten Belitung, di mana bus perintis harus dinaikkan ke kapal kayu untuk dapat menyeberang ke Pulau Mendanau. Dengan dana PSO, DAMRI berharap mampu memberikan layanan angkutan transportasi bagi masyarakat seperti anak-anak dapat bersekolah, biaya logistik dapat berkurang, hasil bumi dapat didistribusikan. Selain itu DAMRI Perintis dapat meningkatkan konektivitas serta aksesibilitas di kawasan 3 TP.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.