(Beritadaerah – Komoditi) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) terus mendorong peningkatan produktivitas budidaya ikan bubara (Caranx sp.) untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik dan pasar ekspor. Masyarakat umum mengenal ikan laut ini dengan sebutan ikan kuwe.

“Melalui kegiatan perekayasaan yang cukup panjang, ikan bubara telah berhasil dibenihkan secara massal oleh tim teknis BPBL Ambon sejak 2018, setelah sebelumnya kebutuhan akan ikan bubara di pasar hanya dipenuhi oleh hasil tangkapan dari alam,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Tb Haeru Rahayu dalam keterangannya, Jumat (16/9/2021).

Pada 2020 BPBL Ambon juga berhasil memproduksi calon induk ikan bubara sebanyak 149 ekor lalu menyebarkan bantuan sebanyak 23 ribu ekor benih ikan bubara kepada pembudidaya di wilayah kerjanya.

Ikan bubara merupakan komoditas perikanan laut yang memiliki nilai ekonomis tinggi karena sangat digemari oleh masyaraka, khususnya di Indonesia Timur. Selain mengembangkan teknik pembenihan untuk menghasilkan benih berkualitas tinggi, BPBL Ambon juga menyempurnakan teknologi pembesaran ikan bubara di Karamba Jaring Apung (KJA).

Perekayasa Ahli Madya BPBL Ambon, Hariyano, menerangkan, ikan bubara menjadi salah satu komoditas favorit pembudidaya KJA di Maluku karena laju pertumbuhannya yang cepat yakni hanya membutuhkan waktu 5-6 bulan untuk mencapai ukuran konsumsi. Selain itu, ikan ini juga tahan penyakit, mudah diberi pakan dan tingkat kelangsungan hidupnya tinggi, hingga mencapai 90 persen.

“Ikan bubara ini juga memiliki harga jual yang cukup tinggi. Seperti di Kota Ambon yang mencapai Rp65 ribu – Rp80 ribu per kg untuk size ikan 2-3 ekor per kg. Harga jual ini juga cukup stabil bahkan tidak terpengaruh oleh pandemi COVID-19 yang berlangsung sejak tahun lalu sehingga semakin banyak pembudidaya yang melirik peluang usaha pembesaran ikan bubara di KJA ini,” kata Hariyano.

Kegiatan pembesaran ikan bubara di KJA berkembang dengan cepat di Kota Ambon, Kabupaten Seram Bagian Barat, Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara.

Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pembesaran ikan bubara ialah harus ekstra hati-hati saat bersentuhan langsung dengan ikan tersebut. Jika tidak dilakukan dengan ekstra hati-hati, dapat melukai ikan yang bisa mengakibatkan kematian.

Atas jasanya dalam mengembangkan teknologi pembesaran ikan bubara di KJA sebagai model usaha berbasis teknologi sederhana di kawasan Maluku, Hariyano pernah dianugerahi Tanda Kehormatan Satyalancana Wira Karya dari Presiden Joko Widodo.

Untuk mencapai peningkatan produksi dan kualitas komoditas yang dihasilkan, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjalankan tiga program terobosan KKP 2021-2024 di mana dua di antaranya berkaitan dengan perikanan budidaya. Program terobosan tersebut meliputi pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor yang didukung riset kelautan dan perikanan, serta pembangunan kampung-kampung perikanan budidaya di wilayah pedalaman, pesisir dan laut berbasis kearifan lokal serta terintegrasi dari hulu sampai hilir guna menumbuhkan perekonomian masyarakat.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani
Foto: KKP

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.