(Beritadaerah – Jawa Tengah) Dalam mempercepat proses vaksinasi COVID-19 yang saat ini memasuki proses tahap kedua, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah menyiapkan beberapa langkah strategi, salah satunya adalah vaksin yang berbasis bergerak atau vaccine mobile, seperti bisa dilakukan di tenda atau lainnya. Tujuan dilakukan hal tersebut, agar vaksin bisa cepat dilaksanakan hingga selesai.

Pemprov Jateng telah menyiapkan dua bus vaksin bergerak dan dua ambulans, serta empat vaksinator dalam pelaksanaan vaksinasi keliling. Kendaraan tersebut untuk memudahkan mobilisasi vaksinator dalam melayani vaksinasi warga di pelosok desa.

Sejak pertama diluncurkan pada Rabu (8/9), Tim Vaccine Mobile (Vaksin Keliling) Pemprov Jateng terus bergerak mempercepat capaian vaksinasi COVID-19 dengan menggunakan fasilitas bus. Tim vaksin keleling telah berhasil memvaksin 1.453 orang di Kabupaten Magelang.

Jumlah itu berasal dari tiga desa di Magelang. Di antaranya Desa Borobudur, Desa Karangrejo dan Desa Wanurejo, demikian yang diutarakan oleh Kepala Seksi Pelayanan Kesehatan Rujukan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah dr Elhamangto Zuhdan.

“Di Desa Borobudur yang terdaftar 535 orang, yang tervaksin 475 orang. Sementara di Desa Karangrejo yang hadir 510 orang, yang tervaksin 481 orang. Terakhir di Desa Wanurejo yang hadir 530 orang, yang tervaksin 497 orang,” kata Elhamangto yang dikutip laman Jatengprov, Senin (13/9).

Ditambahkan oleh Elhamangto, dari target 1.500 lebih orang di Magelang, belum semua tervaksin. Hal itu karena dari warga yang hadir, tidak semua layak divaksin. Penyebabnya, memiliki penyakit bawaan dan kondisi badannya tidak prima.

Kabupaten Magelang dipilih karena merupakan destinasi pariwisata superprioritas. Selain itu, kehadiran vaksin keliling diharapkan mendongkrak capaian vaksinasi COVID-19, di wilayah tersebut. Selanjutnya bus akan keliling terutama di kabupaten yang cakupan vaksinnya masih rendah seperti Magelang, Brebes, Pekalongan, Purbalingga, Purworejo, dan lainnya.

Rencananya kedepan Pemprov Jateng akan menambah jumlah armada lagi yakni tiga unit bus. Masing-masing bus timnya terdiri dari dokter, perawat, petugas administrasi, driver bus, dan pembantunya. Bus akan menyebar ke daerah di Jawa Tengah, dengan harapan mereka yang masuk dalam prioritas seperti lansia, komorbid dan berisiko tinggi bisa divaksin dengan cepat.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.