(Beritadaerah – Bandung) Jawa Barat memiliki potensi dalam meningkatkan industri digital di Indonesia. Secara nasional industri digital di Indonesia memang tidak dapat dipandang sebelah mata. Saat ini ada sekitar 202,6 juta pengguna internet dan 98,2 persen merupakan pengguna perangkat telepon pintar di Indonesia.

Jawa Barat memiliki potensi yang cukup besar dalam upaya untuk meningkatkan industri digital. Selain jumlah penduduk yang mencapai 50 juta orang juga potensi alamnya yang sangat beragam untuk terus dikembangkan, demikian yang disampaikan oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Barat Setiaji Alam saat Roadshow Gerakan Nasional 1.000 Starup Digital Institut Teknologi Bandung yang dilakukan secara daring, Sabtu (11/9).

“Bicara potensi Jawa Barat, pertama berbatasan dengan Ibu Kota Negara, penduduknya paling banyak sekitar 50 juta, tersebar di pegunungan, hutan, pantai, persawahan,” ujar Setiaji yang dikutip laman Jabarprov, Senin (13/9).

Setiaji jelaskan bahwa dengan jumlah desa di Jawa Barat yang mencapai 5.312 dan 600 lebih kelurahan, maka fokus mengembangkan teknologi inklusif yang artinya bukan hanya diakses masyarakat kota tapi masyarakat desa. Dengan teknologi diharapkan dapat meningkatkan taraf hidup mereka yang ada di desa. Pemprov Jawa Barat telah mempunyai program desa digital, yang dikemas ke dalam tematik pertanian, pariwisata, peternakan, perikanan, pendidikan, kesehatan, infrastruktur dan lain-lain.

Ditambahkan oleh Setiaji, Pemprov Jabar punya keinginan bagaimana penduduk yang banyak tinggal di desa tetapi rezeki kota. Dengan teknologi masyarakat bisa bekerja di mana saja, kapan saja.

Volume bisnis e-commerce di Indonesia diprediksi akan mencapai USD 124 miliar di tahun 2025. Ada beberapa faktor pendukung yang menentukan kemajuan bisnis e-commerce sebuah negara adalah jumlah entrepreneur. Pada 2018 tercatat jumlah entrepreneur di Indonesia baru mencapai 3,1 persen dari total penduduk. Melihat fakta tersebut, Indonesia memiliki peluang untuk menciptakan entrepreneur dengan memanfaatkan teknologi digital.

Beberapa waktu lalu, Presiden Joko Widodo telah mendeklarasikan visi “Indonesia Digital Nation 2025” dengan salah satu target transformasi digital yaitu mencetak 5.000 startup. Sejalan dengan visi tersebut, Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama dengan para penggerak ekosistem digital, menginisiasi Gerakan Nasional 1.000 Startup Digital dengan tujuan untuk meningkatkan jumlah kewirausahaan ekonomi digital di indonesia.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.