(Beritadaerah – Nasional) Pemanfaatan produk pangan berbahan rumput laut di masyarakat telah mulai meningkat, bahkan untuk keperluan industri dan kesehatan mengalami permintaan yang cukup besar di pasaran. Rumput laut mempunyai kandungan nutrisi yang cukup lengkap, sehingga dapat terhindar dari radikal bebas.

Untuk itu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak masyarakat untuk mengonsumsi superfood dari laut ini mengandung senyawa bioaktif seperti karotenoid, fenol dan turunannya, sulfat polisakarida dan vitamin. Senyawa-senyawa ini mempunyai fungsi biologis salah satunya sebagai antioksidan.

Permintaan antioksidan alami kian tumbuh seiring dengan dibatasinya antioksidan sintetis karena beracun, salah satu alternatif sumber antioksidan alami yang berasal dari tanaman adalah rumput laut. Demikian yang dipaparkan oleh Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP, Artati Widiarti saat membuka webinar Tropical Seaweed Innovation Network (TSIN).

Artati menyebutkan pemanfaatan rumput laut sejalan dengan ekonomi berkelanjutan dan ramah lingkungan yang dinyatakan Presiden Joko Widodo pada Sidang Paripurna DPR RI 16 Agustus 2021. Karenanya, Artati mendorong para pelaku usaha, khususnya startup untuk melirik peluang ini.

KKP juga terus mendorong tumbuh kembangnya usaha baru melalui startup bidang perikanan di Indonesia melalui pemanfaatan sumber daya rumput laut untuk kehidupan masyarakat dan lingkungan.

Beberapa waktu lalu juga, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyebut pentingnya penerapan ekonomi biru dengan memanfaatkan sumber daya kemaritiman secara berkelanjutan. Menurutnya, penerapan ekonomi biru yang didukung penguatan riset akan baik bagi kemaslahatan umat manusia.

“Blue economy (ekonomi biru) itu untuk kemaslahatan umat manusia. Laut itu kehidupan. Kesehatan laut itu penting, karena jika laut sehat, lingkungan sehat,” kata Menteri Trenggono yang dikutip laman KKP, Sabtu (4/9).

Merujuk data yang dirilis oleh Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO) pada 2019, Indonesia menjadi produsen nomor satu di dunia untuk rumput laut jenis Eucheuma cottoni dan menguasai lebih dari 80 persen pasokan untuk dunia.

Beberapa daerah yang merupakan penghasil utama rumput laut di Indonesia yakni Provinsi Sulawesi Selatan, Provinsi Sulawesi Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Bali, Provinsi Gorontalo, Provinsi Maluku dan Provinsi Jawa Barat.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

 

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.