(Beritadaerah – Bandung) Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung bekerja sama dengan PT Jasamedika Sarana akan mengembangkan sebuah aplikasi perangkat lunak (sofware application) yang mampu menampung semua informasi dari seluruh Rumah Sakit (RS) di Kota Bandung, Jawa Barat. Langkah ini sebagai wujud komitmen dari Pemkot Bandung dalam memberikan pelayanan kesehatan yang maksimal bagi masyarakat.

Nantinya aplikasi tersebut dapat diakses dengan mudah oleh masyarakat, dimana informasi pelayanan kesehatan tersedia dalam satu aplikasi, semisal data ketersediaan kamar tidur yang kosong, ruangan ICU, oksigen, dan lain sebagainya, demikian yang disampaikan oleh Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna saat membuka Sosialisasi Sistem Informasi dan Manajemen Rumah Sakit di Jalan Cikutra Baru Raya, Kota Bandung, Rabu (1/9).

“Jadi begitu ada masyarakat yang terkena persoalan kesehatan mereka akan tahu harus kemana, itu kepentingan ideal,” kata Ema yang dikutip laman Jabarprov.

Menurut Ema, dengan aplikasi ini masyarakat bisa mengetahui situasi dan kondisi di RS, dengan harapan tidak ada lagi masyarakat yang kesulitan mencari RS yang kosong. Dengan mudah dan dalam satu ganggaman tangan, masyarakat mendapatkan informasi. Rencananya Oktober 2021, aplikasi ini sudah bisa diakses oleh masyarakat.

Sedangkan, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandung, dr Ahyani Raksanagara mengakui tantangan saat Kota Bandung darurat pandemi kemarin yakni minimnya informasi terkait RS yang kosong, sehingga hal tersebut menyebabkan terjadinya keterlambatan pelayanan dan berdampak kepada keselamatan masyarakat.

Ahyani menyatakan, dengan hadirnya sistem yang nantinya terintegrasi dengan 37 Rumah Sakit, 80 Puskesmas, dan Klinik utama di Kota Bandung, diharapkan mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan mengurangi fatalitas.

Dalam lain kesempatan, Wali Kota Bandung, Oded M Danial menjelaskan, kasus COVID-19 di Kota Bandung pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 3 di Kota Bandung terus menurun secara signifikan. Hingga 30 Agustus 2021, konfirmasi aktif tercatat sebanyak 2.079 kasus atau berkurang 4 kasus. Konfirmasi sembuh 38.047 kasus atau bertambah 66 kasus. Tren laju Kasus konfirmasi, dibandingkan dengan 14 hari sebelumnya menurun dari 142,5 orang per hari menjadi 86,2 orang per hari.

Saat ini  Zona Risiko Kota Bandung berdasarkan Pemetaan Jawa Barat pada Zona oranye atau risiko sedang. Kendati demikian, Oded kembali mengingatkan warga Kota Bandung agar tetap disiplin melaksanakan protokol kesehatan (prokes).

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.