(Beritadaerah – Jakarta) AirNav Indonesia memberikan bantuan sarana dan prasarana untuk mengatasi permasalahan sampah di 2 (dua) ruang terbuka hijau di Bima – Nusa Tenggara Barat, antara lain di Taman Kalaki dan Pantai Lawata. Direktur Utama AirNav Indonesia, M. Pramintohadi Sukarno, menyampaikan bahwa bantuan tersebut telah diserahkan langsung oleh Kepala Cabang AirNav Indonesia Kantor Cabang Pembantu Bima, Ilham Mahmud kepada Kepala Seksi Produk dan Usaha Jasa Pariwisata Kabupaten Bima, Iwan Supriadi, pada Rabu (1/9) disaksikan oleh pengelola Pantai Lawata beserta Kepala Desa Panda, Kabupaten Bima, beserta jajaran.

“Setelah sebelumnya kami memberikan bantuan sarana untuk ruang terbuka hijau di Malinau, Kalimantan Utara, kali ini kami juga mendukung penuh sarana dan prasarana ruang terbuka hijau di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat. Selain untuk mengatasi permasalahan sampah yang ada di lokasi, bantuan-bantuan ini menegaskan komitmen kami sebagai perusahaan yang mendorong pelestarian lingkungan, di seluruh wilayah kerja kami seantero Nusantara,” ungkap Pramintohadi.

Dijelaskannya, peran ruang terbuka hijau akan sangat krusial pasca pandemi COVID-19 ini berlalu. “Saya berkeyakinan bahwa pasca pandemi, ruang terbuka hijau ini dapat menjadi lokasi strategis untuk pengembangan sosial, budaya dan perekonomian masyarakat sekitar. Selain fungsi rekreasi dan sarana olahraga untuk menyehatkan badan, terdapat pula potensi lain dari ruang terbuka hijau yang dapat berkontribusi menggerakkan roda perekonomian di wilayah tersebut, bila pemanfaatannya dimaksimalkan” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Produk dan Usaha Jasa Pariwisata Kabupaten Bima, Iwan Supriadi, mengapresiasi bantuan yang diberikan oleh AirNav Indonesia. “Dengan adanya kegiatan yang diadakan oleh BUMN melalui Airnav Indonesia KCP Bima ini, diharapkan permasalahan sampah yang selama ini dihadapi oleh pemerintah daerah setempat dapat diatasi. Disamping itu, bantuan sosial ini juga diharapkan menjadi penyemangat dinas pariwisata di Kabupaten Bima untuk meningkatkan kesadaran masyarakat serta mengelola potensi wisata yang lokasinya tidak jauh dengan Bandara Sultan M. Salahuddin Bima,” ujarnya.

Iwan melanjutkan bahwa permasalahan sampah di tempat wisata antara lain disebabkan karena semakin banyaknya limbah sampah yang dihasilkan masyarakat, kurangnya tempat pembuangan sampah serta rendahnya kesadaran masyarakat terkait pencemaran lingkungan. “Untuk mengatasi permasalahan tersebut, pihak dinas pariwisata selalu memberikan sosialisasi dan himbauan serta mengadakan fasilitas untuk pengelolaan sampah. Terima kasih kepada AirNav Indonesia yang telah mendukung program Pemerintah Kabupaten Bima dalam menanggulangi permasalahan sampah di wilayah kami,” pungkas Iwan.

Ditemui di tempat berbeda, Kepla Seksi Pengembangan Kawasan Pariwisata Pantai Lawata Kota Bima, Slamet Riadi, juga menyambut baik program ini. “Karena di masa pandemi seperti ini tidak menjadi penghalang untuk tetap melestarikan lingkungan dan lokasi wisata yang menjadi destinasi favorit masyarakat Kota Bima. Diharapkan dengan adanya bantuan ini, Pantai Lawata semakin terbebas dari pencemaran sampah dan semoga kegiatan seperti ini ke depannya semakin berjalan dengan baik,” pungkasnya.

Agustinus Purba/Journalist/BD
Editor : Agustinus

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.