(Beritadaerah – Industri & Jasa) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dalam mendukung percepatan penanganan COVID-19 di tanah air, menyediakan tempat isolasi bagi pasien COVID-19 berupa kapal isolasi terpusat terapung di sejumlah daerah.

“Pemerintah menyediakan fasilitas ini, bahkan Bapak Menteri Perhubungan sudah melaporkan kepada Bapak Presiden, dan program ini didukung sepenuhnya dengan memanfaatkan kapal-kapal yang portstay sebagai tempat isolasi,” ujar Dirjen Perhubungan Laut, Agus H. Purnomo saat diskusi virtual bertajuk ‘Dukungan Transportasi Laut dalam Penanganan Pandemi COVID-19, Kamis (19/8/2021).

Dirjen Hubla mengucapkan terimakasih kepada penggagas utama program kapal isolasi terpusat terapung yakni Pemda Makassar, dan seluruh pihak terkait lainnya yang memberikan dukungannya.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut, Capt. Mugen Sartoto menjelaskan, hingga saat ini terdapat enam kapal milik PELNI yang akan digunakan sebagai tempat isolasi bagi pasien COVID-19 yang tersebar di enam daerah.

“Kapal Motor (KM) Umsini sebagai tempat isolasi apung pertama bagi pasien COVID-19 di Makassar, kapal ini memiliki daya tampung untuk 804 pasien dan 60 tenaga kesehatan. Disusul KM Tatamailau, dengan kapasitas 456 bed yang dikhususkan bagi pasien dan 10 bed bagi tenaga medis yang akan ditempatkan di Pelabuhan Bitung untuk melayani Masyarakat Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara,” jelas Capt. Mugen.

Selanjutnya adalah KM Sirimau dengan kapasitas 456 bed yang dikhususkan bagi pasien dan 10 bed bagi tenaga medis yang akan ditempatkan di Pelabuhan Sorong untuk melayani Masyarakat Kota Sorong. Lalu KM Bukit Raya dengan kapasitas 450 bed bagi pasien dan 13 bed khusus tenaga medis yang akan ditempatkan di Pelabuhan Belawan untuk melayani Masyarakat Kota Medan.

Sedangkan kapal kelima adalah KM. Tidar dengan kapasitas 873 bed untuk pasien dan 56 bed untuk nakes yang akan ditempatkan di Pelabuhan Jayapura untuk melayani Masyarakat Kota Jayapura. Serta keenam adalah KM Lawit dengan kapasitas 419 bed untuk pasien dan 18 bed untuk nakes yang ditempatkan di Lampung.

Sementara itu, Direktur Utama PT Pelni, Insan Purwarisya Lumban Tobing menambahkan, sebelum digunakan, seluruh kapal akan disterilisasi dan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas pendukung untuk pelaksanaan isolasi terapung, yakni tiap-tiap tempat tidur antar pasien isolasi mandiri telah diberikan sekat (recovery capsule) dengan pemisahan berdasarkan jenis kelamin.

Seluruh kapal difasilitasi dengan kamera pengawas, internet, poliklinik, deck 6 yang dapat digunakan sebagai area joging, serta top deck yang dapat dimanfaatkan sebagai lokasi berjemur dan berolahraga.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani
Foto: Kemkominfo

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.