Gubernur Jateng Usulkan Pelabuhan Semarang Jadi Pelabuhan Hortikultura

(Beritadaerah – Semarang) Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo mengikuti acara pelepasan ekspor komoditas pertanian Provinsi Jawa Tengah, di Terminal Peti Kemas Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Sabtu (14/8). Dalam acara ini juga dihadiri secara virtual oleh Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

Dalam acara pelepasan ekspor, Provinsi Jateng melepas ekspor komoditas pertanian senilai Rp 400 miliar ke 36 negara. Komoditas tersebut terdiri atas sektor perkebunan, seperti pala, biji kopi, minyak sawit, gula merah, dan karet lembaran.

Terkait dengan peningkatan nilai ekspor komoditas pertanian, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengajukan Pelabuhan Tanjung Emas Semarang menjadi pelabuhan hortikultura. Gagasan itu sudah disampaikan, dan saat ini tinggal menunggu persetujuan dari kementerian.

“Saya sudah menulis surat agak lama sih, kok tidak turun-turun. Kebetulan tadi bertemu Pak Menteri, saya minta agar pelabuhan Semarang ini dijadikan pelabuhan hortikultura. Tinggal tunggu tanda tangan dari menteri. Dengan cara itu harapan kita nanti produk pertanian kita bisa diekspor dari sini,” kata Ganjar Pranowo yang dikutip laman Jatengprov, Sabtu (14/8).

Dijelaskan oleh Ganjar, untuk ekspor dari sektor tanaman pangan ada edamame, porang, kacang hijau, dan tepung jagung. Komoditas berikutnya dari sektor hortikultura seperti daun pakis dan ruskus, okra, dried taro leaf, bonsai, bunga melati, kapulaga, kunyit, dan daun cincau.

Ganjar tambahkan, selain produk pangan, ada juga ekspor daun pakis, bunga melati ternyata semuanya indah dan bisa dijual juga. Perkebunan di Jawa Tengah juga memiliki pala dan kopi. Sarang burung walet juga harganya stabil di tengah kondisi seperti ini.

Disampaikan oleh Ganjar bahwa eksportirnya tadi bilang, sudah lima tahun melakukan ini. Lalu kayu, edamame, dan tentu saja porang yang saat ini semuanya sangat bagus untuk pasar ekspor.

Menurut Ganjar, tingginya ekspor sektor hortikultura, perkebunan, dan tanaman pangan itu, membuktikan dalam pandemi ini kondisi perekonomian masih tumbuh, meskipun serapan tenaga kerja masih belum maksimal. Hal itu dapat dilihat dari program Merdeka Ekspor dari pemerintah pusat selama sepekan dengan nilai mencapai Rp 7 triliun. Artinya, dalam sehari rata-rata nilai ekspor Indonesia sebesar Rp 1 triliun.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu