(Beritadaerah-Kolom) Setelah Indonesia mengalami lonjakan dalam pertumbuhan ekonomi kuartal II, maka perlu mempertahankannya sebagai momentum untuk menggerakan pertumbuhan ekonomi menuju ke tingkat pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi. Disinilah kawasan ekonomi baru berperan sebagai motor pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah. Kawasan ekonomi memiliki beberapa keuntungan di dalamnya. Menumbuhkan kawasan aglomerasi, adanya Kawasan Ekonomi Baru akan melahiran kawasan aglomerasi, sehingga akan ada pertumbuhan Kawasan secara ekonomi. Kawasan ekonomi baru juga akan menaikkan tingkat pendapatan dengan terciptanya lapangan kerja, yang akan menaikkan tingkat pendapatan warga di daerah. Tumbuhnya pemukiman baru di daerah karena lapangan kerja baru dan peningkatan pendapatan akan mendorong tumbuhnya sektor perumahan di daerah. Dan naiknya pendapatan akan mendorong daya beli masyarakat, sehingga UKM dan perekonomian lokal akan tumbuh. Kawasan ekonomi baru memiliki kontribusi besar pada GDP, menurut penelitian KEK bisa menaikkan GDP hingga 20% berpengaruh signifikan pada GDP.

Kawasan ekonomi baru juga menciptakan lapangan kerja baru yang siginifikan, di Pakistan dapat membuka 220 ribu lapangan kerja, di Rusia membuat 14 ribu lapangan kerja, dan 22 ribu di Serbia. Kawasan ekonomi baru mendorong capaian Foreign Direct Investment (FDI), misalnya di Serbia Kawasan ekonomi baru menarik FDI sebesar 2,2 T EUR. Kawasan ekonomi baru meningkatkan ekspor, di Macedonia berkontribusi sebesar 36,4% terhadap total ekspor, dan sebesar 17,6% di Serbia.

Kawasan Industri Batang

Kawasan industri Batang adalah kawasan yang peruntukannya untuk industri terdiri dari Zona 1 ± 158 hektar dan Zona 2 ± 176 hektar, dengan total luas ± 334 hektar. Zona 3 kawasan peruntukan pemukiman perkotaan, komersil – transit-oriented development (TOD) ± 116 hektar. Sisa lahan yang berada di luar Zona 1, 2 dan 3 diperlukan perubahan kesesuaian tata ruang oleh kementerian dan lembaga terkait seluar ± 3.992,8 hektar.

Kawasan Industri Batang Jawa Tengah ini menjadi andalan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan Indonesia, yang memang satu kepemilikan di bawah BUMN PTPN 9. Presiden Jokowi mengatakan “Kenapa kita buka kawasan industri di Batang ini, karena kita ingin membuka lapangan kerja yang sebanyak-banyaknya.”

Pemerintah Indonesia akan membangun Kawasan Industri Terpadu Batang yang terletak di kabupaten Batang. Kawasan Industri modern dengan luas total 4.300 hektar. Kawasan ini dirancang dengan konsep smart and sustainable dan akan membuka era baru perkembangan perekonomian Indonesia. Jadi ke depan tidak ada lagi menggusur lokasi rumah warga atau pun mandek karena masalah perizinan. Bukan main! Karena Batang di Jawa Tengah ini akan menjadi pusat manufaktur.

Tujuh Keunggulan Berinvestasi di Kawasan Industri Terpadu Batang

Sumber: PT PP Persero Tbk

Kalau kita lihat kelebihan Kawasan Industri Terpadu Batang terintegrasi juga dengan tol Trans Jawa, kemudian nanti akan ada PLTU terbesar di Asia Tenggara dan juga Pertamina yang siap menyediakan fasilitas energi.

Disamping itu KIT Batang memiliki lokasi strategis yang berada dalam koridor ekonomi utara Jawa, sebagai gerbang ekonomi nasional, sekaligus mampu menjangkau konektivitas internasional. Memiliki jalan akses tol dan non tol di sekitar kawasan industri yang artinya semakin menstimulasi mobilitas ekonomi. Dengan adanya dry port dan pelabuhan yang terintegrasi maka efisiensi dan efektivitas dalam rangkaian distribusi perdagangan akan tercapai. Tidak hanya itu adanya pekerja yang terampil dan kompetitif ini diproyeksikan akan mampu melewati tantangan bisnis yang dinamis. Selanjutnya pembangunan yang terintegrasi terpadu dan diimplementasikan sesuai fungsi melalui konsep smart and sustainable dan pendekatan yang komprehensif dan responsif, kawasan industri menjadi wujud nyata sebuah inovasi . Tidak kalah pentingnya ada dukungan yang kuat dari pemerintah dalam proses investasi dan kemudahan perbankan akan memberikan manfaat jangka panjang bagi investor.

Dukungan Pada Kawasan Ekonomi Baru

Integrasi untuk membangun kawasan ekonomi baru dilakukan dengan peran serta berbagai pihak. Kamar Dagang Indonesia menyatakan akan mendorong promosi potensi investasi dalam forum regional maupun forum bilateran dengan Kadin mancanegara. Kadin berperan aktif dalam memberikan masukan Ketika perumusan kebijakan terkiat investasi di daerah. Kadin membantu partnership antara perusahaan daerah dengan calon investor luar negeri. Kadin berperan aktif dalam memberikan masukan masukan untuk perencanaan pembangunan Kawasan ekonomi di daerah.

Telkom ikut berperan serta mendorong lahirnya Kawasan Ekonomi Baru. Telkom telah menggelar infrastrukturnya secara nasional dan telah menjadi penyedia layanan telekomunikasi dengan kapasitas terbesar dan jangkauan terluas. Telkom menghadirkan stack layanan yang terlengkap, mulai dari digital connectivity (broadband), digital platform, dan digital services. Telkom juga telah hadir di 13 pulau 3T (terdepan, terluar, tertinggal) sebagai bagian dari pemerataan pembangunan, serta mendukung konektivitas di destinasi wisata prioritas. Telkom terus memperkuat layanan digital connectivity dan memastikan layanan digital platform dan digital services diatasnya berjalan dengan baik, serta terus menghadirkan next generation technology, seperti 5G dan intelligent / smart platform, untuk mengakselerasi transformasi digital bangsa dan mendorong peningkatan ekonomi digital Indonesia. Telkom telah menghadirkan berbagai layanan konektivitas broadband baik fixed maupun mobile; layanan digital platform seperti data center / cloud, big data, IoT; layanan digital service untuk mass market seperti gaming, video, music, dan untuk perusahaan/ UMKM seperti platform logistik, healthcare, dan pasar digital UMKM.

PGN telah menyalurkan energi baik gas bumi kepada 75 Kawasan Industri di Indonesia.Potensi kebutuhan gas bumi untuk kawasan industri, energy intensive industry, sebesar 390 BBTUD, selain itu terdapat rencana peningkatan overall steel capacity Nasional, smelter dan gasifikasi. Konsep Eco Industrial Park/Estate dengan Renewable Energy dan aspek Environment – Social – Governance pada kawasan industri, diharapkan meningkatkan daya saing kawasan. Konsep investasi ESG yang tidak mengejar keuntungan semata, melainkan juga memperhatikan segi kebermanfaatan usaha bagi lingkungan, masyarakat, dan pemerintah dapat membuat nilai perusahaan menjadi naik secara signifikan dalam jangka panjang serta adanya insentif yang diberikan Lender dengan biaya rendah.

PGN melakukan beberapa strategi untuk Kawasan Industri antara lain, alignment pengembangan infrastruktur, pengembangan infrastruktur gas bumi diselaraskan dengan rencana pengembangan Kawasan Industri (KI) dan penyediaan infrastruktur pendukung KI. Melakukan kategori sinergi produk pelaksanaan kerja sama dengan KI sesuai dengan potensi bisnis yang saling menguntungkan. PGN juga merencanakan redesign marketing strategy dan redesign sales strategy melalui penerapan digital marketing atas produk-produk PGN sehingga memberikan kemudahan layanan bagi konsumen maupun calon konsumen. Sales strategy dengan mengoptimalkan pemanfaatan pengembangan Information Technology yang dapat memberikan layanan berbasis digitalisasi kepada konsumen. PGN juga melakukan joint study bersama dengan pengelola KI untuk memetakan potensi kebutuhan gas bumi dengan moda transportasinya di dalam KI.

Pengembangan kawasan ekonomi baru merupakan terobosan bagi Indonesia yang ingin menghadirkan investor. Sebagai cara untuk tetap menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Daya tarik kawasan ekonomi baru juga didukung oleh regulasi pemerintah melalui undang-undang cipta kerja, sehingga investor mendapat fasilitas dan kepastian untuk semua investasi yang akan dilakukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.