(Beritadaerah – Industri & Jasa) Kaum milenial Indonesia, selain menjadi konsumen bagi sektor pariwisata, juga bisa menjadi pemain utama dalam mengembangkan pariwisata Indonesia.

Selain generasi milenial adalah populasi terbesar di Indonesia, kaum ini adalah pengguna teknologi informasi dan komunikasi yang sangat aktif.

“Peran milenial dalam memajukan pariwisata di era digital sangat penting. Di Indonesia ada sekitar 63,5 Juta milenial,” ujar Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Bidang Hukum, Prof. Henry Subiakto dalam acara webinar yang bertajuk “Peran Penting Milenial dalam Memajukan Pariwisata di Era Digital” pada Kamis (12/8/2021).

Henri menyatakan bahwa kaum milenial bisa menjadikan media sosial sebagai sarana untuk mempromosikan tempat wisata di wilayahnya masing-masing. Mulai dari keindahan lokasi, fasilitas yang tersedia, kuliner, oleh-oleh, dan sebagainya.

Media sosial bukan hanya bisa digunakan untuk mempromosikan pariwisata, tapi juga untuk mencari referensi dalam merencanakan tujuan wisata. Termasuk mencari tempat wisata yang dekat, aman dan nyaman, terlebih di masa pandemi COVID-19.

Salah satu hal yang dirindukan masyarakat selama pandemi COVID-19 adalah berwisata mejelajahi berbagai lokasi di Indonesia. Namun, dengan adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 menyebabkan pergerakan kita terbatas.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, jelas dia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menghadirkan inovasi yang menarik berupa virtual tour.

Virtual Tour adalah konsep baru untuk berlibur di tengah pandemi COVID-19. Kita dapat menjelajahi berbagai destinasi wisata menarik di Indonesia hanya berbekal gawai pintar dan jaringan internet dari rumah,” kata dia.

Ada sekitar 360 virtual destinasi di Indonesia. Tujuannya adalah untuk mengurangi rasa ingin berwisata secara aman melalui virtual. Selain itu, wisata alam pun bisa menjadi opsi wisata yang aman di tengah pandemi COVID-19 dibanding wisata yang tertutup.

Namun dengan protocol Kesehatan yang ketat, perjalanan wisata dilakukan secara individu maupun berkelompok ke suatu tempat baik untuk rekreasi, pengembangan pribadi atau mempelajari daya tarik alam dengan pemanfaatan sumber daya alam, masih bisa dilakukan.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

 

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.