Krisis Oksigen Masa Pandemi, ITS Inovasikan Konsentrator Oksigen

(Beritadaerah – Nasional) Wabah pandemi dan peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia telah mendorong Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menginovasikan sebuah alat konsentrator oksigen. Alat ini untuk mengatasi krisis oksigen di kalangan masyarakat yang terus memuncak sebagai imbas adanya peningkatan kasus COVID-19 di Indonesia.

Saat soft launching di Gedung Rektorat ITS, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (6/8), Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng dalam sambutannya menyatakan Oxygen Concentrator ITS (OXITS) dapat mengganti peran tabung oksigen yang sangat dibutuhkan masyarakat. Oksigen kini menjadi barang langka sejak melonjaknya kasus COVID-19 di Indonesia.

Hadir dalam acara soft launching ini Laksamana Pertama TNI Arif Harnanto ST MEng selaku Kepala Puslitbang Alat Peralatan Pertahanan (Alpahan) Kementerian Pertahanan Republik Indonesia

“OXITS diharapkan dapat memenuhi kebutuhan oksigen masyarakat luas,” kata Rektor ITS Ashari yang dikutip laman Kominfo Jatim, Jumat (6/8).

Sementara itu, Fadlilatul Taufany ST PhD selaku Ketua Tim Riset OXITS menjelaskan, karena saturasi oksigen yang rendah dalam darah pasien positif COVID-19, mereka membutuhkan pasokan oksigen berkonsentrasi tinggi sementara kadar oksigen di udara hanya berkisar 21 persen. OXITS ini dapat menghasilkan oksigen murni.

Dijelaskan oleh Fadlilatul, bahwa udara yang diserap oleh OXITS akan melalui filter terlebih dahulu guna menyaring partikel berukuran lebih dari 5 mikron. Lalu udara akan dikompresi untuk meningkatkan tekanan udara.

Kemudian, lanjut Taufany, nitrogen yang terkandung dalam udara akan diserap oleh filter zeolite untuk memurnikan udara. Terdapat dua unit kolom yang bekerja secara bergantian, yaitu kolom untuk menyerap nitrogen dan kolom yang mengeluarkan nitrogen yang terperangkap di zeolit. Inovasi yang dilakukan ITS yakni OXITS telah sesuai dengan standar kesehatan WHO – UNICEF.

Terakhir, Ashari berharap bahwa OXITS ini dapat meringankan beban masyarakat yang sangat membutuhkan pasokan oksigen di masa pandemi COVID-19 dan pandemi ini dapat segera berakhir.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu