(Beritadaerah – Kolom) Perekonomian global pada Triwulan II-2021 mengalami peningkatan, terlihat dari pergerakan indeks PMI global yang meningkat dari 54,8 pada Maret 2021 menjadi 56,6 pada Juni 2021. Harga komoditas makanan (gandum, minyak kelapa sawit, dan kedelai) dan komoditas hasil tambang (timah, alumunium, dan tembaga) di pasar internasional pada Triwulan II-2021 mengalami peningkatan baik secara (q-to-q) maupun (y-on-y). Keadaan ekonomi beberapa mitra dagang Indonesia pada Triwulan II-2021 telah menunjukkan pertumbuhan positif.

Pariwisata domestik mulai tumbuh, indikator pertumbuhan ini dilihat dari rata-rata tingkat penghunian kamar Triwulan II-2021 mengalami peningkatan dibandingkan Triwulan I-2021 dan Triwulan II-2020.

Tingkat Penghunian Kamar (TPK), 2019-2021

Sumber : BPS

Konsumsi masyarakat dan investasi meningkat, yang diukur melalui beberapa indikator. Data volume penjualan sepeda motor meningkat sebesar 10,65 persen dari Q1 2021 ke Q2 2021, sedangkan dibandingkan dengan Q2 2020 meningkat sebesar 268,64 persen. Volume penjualan mobil juga terjadi peningkatan, dari 187,03 ribu unit di tahun 2021 menjadi 206,44 ribu unit di Q2 2021, meningkat sebesar 10,38 persen. Sedangkan angka ini jauh melonjak dibandingkan volume penjualan mobil Q2 2020 sebesar 24,04 ribu unit. Volume penjualan mobil meningkat hampir delapan kali lipat yaitu sebesar 758,68 persen.

Sumber : AISI dan GAIKINDO

Indikator ini menunjukan peningkatan konsumsi masyarakat yang disertai dengan peningkatan pendapatan. Terjadi peningkatan pendapatan yang tercermin dari peningkatan penerimaan pajak PPH 21 sebesar 5,00 persen dan peningkatan penerimaan PPn barang mewah sebesar 8,00 persen pada Triwulan II-2021 dibandingkan Triwulan II-2020.

PENINGKATAN MOBILITAS MASYARAKAT

Sumber : BPS

Aktivitas masyarakat pada Triwulan II-2021 di berbagai lokasi mengalami peningkatan baik secara q-to-q maupun y-on-y. Terlihat dari indikator perkembangan penumpang angkutan udara, perkembangan penumpang angkutan laut, penerbangan internasional, perkembangan penumpang angkutan kereta api. Semua indikator transportasi menunjukan peningkatan dibandingkan tahun 2020, bergerak naik mendekati angka tahun 2019.

Ekonomi Indonesia Triwulan 2-2021 Tumbuh 7,07 Persen (y-on-y)

Sumber : BPS

Ekonomi Indonesia triwulan II-2021 terhadap triwulan II-2020 mengalami pertumbuhan sebesar 7,07 persen (y-on-y). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Transportasi dan Pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 25,10 persen. Dari sisi pengeluaran, Komponen Ekspor Barang dan Jasa mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 31,78 persen. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi Indonesia Semester I-2021 dibandingkan dengan Semester 1-2020 tumbuh 3,10 persen. Ekonomi Indonesia triwulan II-2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,31 persen (q-to-q). Dari sisi produksi, Lapangan Usaha Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 12,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, Komponen Pengeluaran Konsumsi Pemerintah (PK-P) mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 29,07 persen.

PERTUMBUHAN EKONOMI Q2-2021 (y-on-y)

Sumber : BPS

Perekonomian Indonesia berdasarkan besaran Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku triwulan II-2021 mencapai Rp4.175,8 triliun dan atas dasar harga konstan 2010 mencapai Rp2.772,8 triliun.

PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN 2-2021 (y-on-y) MENURUT LAPANGAN USAHA

Sumber : BPS

Sebesar 64,85% PDB Triwulan 2-2021 berasal dari Industri, Pertanian, Perdagangan, Konstruksi, dan Pertambangan.

PERTANIAN TUMBUH 0,38% TRIWULAN 2-2021 (y-on-y )

Perikanan tumbuh 9,69 persen disebabkan meningkatnya produksi perikanan budidaya dan peningkatan produksi tangkap karena cuaca mendukung. Peternakan tumbuh 7,07 persen didorong oleh meningkatnya produksi unggas akibat tingginya permintaan di dalam negeri maupun ekspor. Tanaman Hortikultura tumbuh 1,84 persen didorong oleh peningkatan permintaan komoditas sayuran dan buah-buahan baik di dalam maupun di luar negeri. Tanaman Perkebunan tumbuh 0,33 persen diakibatkan oleh peningkatan produksi komoditas kelapa sawit karena didukung musim kemarau yang tidak ekstrim, pertambahan luas tanam yang mulai menghasilkan, serta pertumbuhan konsumsi domestik. Kehutanan dan Penebangan Kayu mengalami kontraksi pertumbuhan 4,40 persen disebabkan oleh penurunan produksi kayu gelondongan pada hutan tanaman industri. Tanaman Pangan mengalami kontraksi pertumbuhan 8,16 persen disebabkan penurunan produksi tanaman padi karena telah berlalunya puncak panen raya yang berlangsung pada Triwulan 1-2021.

INDUSTRI PENGOLAHAN TUMBUH 6,58% TRIWULAN 2-2021 (y-on-y )

Industri Alat Angkutan tumbuh 45,70 persen didukung oleh peningkatan permintaan kendaraan bermotor sebagai dampak pemberian insentif pajak penjualan atas barang mewah (PPnBM). Industri Logam Dasar tumbuh 18,03 persen didukung oleh peningkatan produksi besi, baja, dan bahan baku logam dasar lainnya dan tingginya permintaan luar negeri terutama produk ferronickel dan stainless steel. Industri Kimia, Farmasi dan Obat Tradisional tumbuh 9,15 persen, terutama didukung oleh. peningkatan produksi obat-obatan untuk memenuhi permintaan domestik dalam menghadapi pandemi COVID-19. Industri Makanan dan Minuman tumbuh 2,95 persen didukung peningkatan produksi CPO dan turunannya serta peningkatan permintaan air mineral.

PERDAGANGAN TUMBUH 9,44% TRIWULAN 2-2021 (y-on-y)

Perdagangan Mobil, Sepeda Motor dan Reparasinya tumbuh 37,88 persen akibat peningkatan penjualan mobil yang didorong oleh adanya program relaksasi PPnBM. Perdagangan Besar dan Eceran, Bukan Mobil dan Sepeda Motor tumbuh 4,77 persen.

KONSTRUKSI TUMBUH 4,42% TRIWULAN 2-2021 (y-on-y )

Konstruksi tumbuh 4,42 persen, didukung oleh: Realisasi belanja modal pemerintah untuk konstruksi mengalami kenaikan sebesar 50,22 persen. Meningkatnya kegiatan pembangunan infrastruktur sejalan dengan peningkatan impor bahan baku untuk aktivitas konstruksi, seperti barang dari besi dan baja dasar.

TRANSPORTASI TUMBUH 25,10% TRIWULAN 2-2021 (y-on-y )

Transportasi dan Pergudangan tumbuh 25,10 persen dipengaruhi oleh: peningkatan pergerakan penumpang semua moda transportasi umum. Peningkatan bongkar muat ekspor dan impor Indonesia.

AKOMODASI DAN MAKAN MINUM TUMBUH 21,58% TRIWULAN 2-2021 (y-on-y )

Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum tumbuh sebesar 21,58 persen didorong oleh: Relaksasi kebijakan pembatasan aktivitas masyarakat. Peningkatan kunjungan wisatawan lokal di beberapa wilayah. Peningkatan tingkat penghunian kamar hotel.

Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulanan Menurut Lapangan Usaha (y-on-y, Persen)

Sumber : BPS

Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan II-2021 (y-on-y), Industri Pengolahan adalah sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 1,35%.

PERTUMBUHAN EKONOMI TRIWULAN II-2021 (y-on-y) MENURUT PENGELUARAN

Sumber : BPS

Sebesar 84,93% PDB Triwulan 2-2021 berasal dari Konsumsi Rumah Tangga dan Investasi. Konsumsi Rumah Tangga tumbuh sebesar 5,93%. Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) tumbuh 7,54%. Konsumsi Pemerintah tumbuh sebesar 8,06 persen. Ekspor Barang Dan Jasa tumbuh 31,78% dikarenakan Perekonomian sebagian besar negara mitra dagang utama Indonesia mengalami peningkatan. Ekspor nonmigas tumbuh terutama pada komoditas bahan bakar mineral; besi dan baja; serta mesin/peralatan listrik. Ekspor migas tumbuh seiring peningkatan nilai dan volume ekspor migas serta peningkatan harga komoditas migas. Impor barang dan jasa tumbuh 31,22% disebabkan karena Impor nonmigas tumbuh terutama pada komoditas mesin mesin/ pesawat mekanik; mesin/peralatan listrik; besi dan baja; serta plastik dan barang dari plastik. Impor migas tumbuh seiring dengan peningkatan nilai dan volume impor migas. Impor jasa tumbuh seiring dengan meningkatnya jasa angkutan untuk impor barang.

Sumber Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Triwulan 2-2021 (y-on-y), Konsumsi rumah tangga adalah sumber pertumbuhan tertinggi, yakni sebesar 3,17%. Struktur perekonomian Indonesia secara spasial pada Triwulan 2–2021 masih didominasi oleh kelompok provinsi di Pulau Jawa yang memberikan kontribusi terhadap PDB sebesar 57,92 persen. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan-II 2021 menggambarkan Indonesia segera lepas dari resesi, karena sudah lepas dari kontraksi dan masuk zona positif.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.