(Beritadaerah – Bandung) Data tercatat per 1 Agustus 2021, angka ketersediaan tempat tidur di rumah sakit atau Bed Occupancy Rate (BOR), di Kota Bandung, Jawa Barat saat ini terus mengalami penurunan. BOR di Kota Bandung sudah turun menjadi 60,48 persen, demikian yang disampaikan oleh Ketua Harian Satgas Penanganan COVID-19 Kota Bandung Ema Sumarna.

Ema Sumarna jelaskan saat ini kasus COVID-19 di Kota Bandung sudah melewati puncaknya, sehingga relaksasi sektor ekonomi bisa segera digulirkan. Dari 2.275 tempat tidur di 30 rumah sakit rujukan di Kota Bandung saat ini hanya terisi sebanyak 1.376 tempat tidur, sehingga masih tersedia 899 tempat tidur kosong yang juga dapat dimanfaatkan oleh pasien dari luar Kota Bandung. Sedangkan angka kesembuhan juga terus menunjukan peningkatan. Tercatat ada sebanyak 27.285 orang sembuh, dengan penambahan 67 orang dalam satu hari.

“Mudah-mudahan ini indikator sangat bagus, dengan tingkat kesembuhan semakin tinggi, jumlah orang dirawat sudah berkurang. Mudah-mudahan Bandung sudah melewati masa puncak, sekarang dalam kondisi menurun,” ucap Ema yang dikutip laman Jabarprov, Selasa (3/8).

Menurut Ema, skor level kewaspadaan Kota Bandung ikut mengalami kenaikan, meski masih dalam zona risiko tinggi. Pada periode 12-18 Juli di angka 1,63 dan pada periode 19-25 Juli tercatat skornya sebesar 1,78, semakin mendekati ke zona risiko sedang dengan standar penilaian skor sebesar 1,81.

Ema berharap besar agar level PPKM bisa turun sehingga dapat memberikan relaksasi untuk sektor ekonomi, karena dari pemetaan lapangan, dampak pandemi terhadap sektor perekonomian di Kota Bandung semakin meluas.

Dari hasil audiensi secara daring dengan asosiasi pusat perbelanjaan, kafe, restoran, hotel dan sejumlah lembaga lainnya yang bergerak di sektor ekonomi, Ema paparkan bahwa para pelaku usaha siap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan mendorong program vaksinasi. Asalkan bisa mendapat sedikit kelonggaran.

Selanjutnya aspirasi terkait relaksasi ekonomi, akan dilanjutkan oleh Wali Kota Bandung Oded M. Danial dengan mengirimkan surat kepada sejumlah kementerian. Dengan harapan bisa digunakan sebagai bahan dalam menentukan kebijakan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

 

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.