(Beritadaerah – Jakarta) Kelompok Masyarakat Penggerak Konservasi Penyu Aroen Meubanja di Panga, Kabupaten Aceh Jaya langsung memanfaatkan bantuan sarana dan prasarana konservasi yang disalurkan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dengan melakukan aktivitas penjagaan lokasi peneluran penyu di pesisir Pantai Panga, Kabupaten Aceh Jaya. Bantuan berupa tenda drone dan motor roda 3 tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan menjaga lokasi peneluran penyu.

Sebelumnya bantuan KKP diberikan melalui Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) senilai Rp.123.820.000,- yang terdiri dari 3 set tenda drone, 1 unit motor roda 3 (300 cc), 1 unit genset portable, 1 unit laptop, 1 unit printer, 1 unit projector, 1 unit radio SSB, 3 unit HT dan 1 unit sound system portable.

Ketua Kelompok Masyarakat Penyu Aroen Meubanja, Murniardi HR sangat menyambut baik bantuan ini dan mengungkapkan komitmennya untuk menjaga penyu di sepanjang Pantai Panga yang memiliki panjang 15,5 km tersebut.

“Bantuan ini pastinya sangat bermanfaat dan kami Kelompok Aroen Meubanja siap berkomitmen dalam kegiatan konservasi dan menjaga barang bantuan yang telah diberikan KKP,’’ ujar Murniadi.

Plt. Direktur Jenderal Pengelolaan Ruang Laut, Hendra Yusran Siry menerangkan bahwa peran masyarakat dalam menjaga dan mengelola ekosistem kelautan saat ini sangat dibutuhkan agar sinergis dengan program kerja pemerintah.

“Bantuan KOMPAK merupakan salah satu bentuk komitmen KKP dalam menjaga dan mengelola wilayah pesisir dan laut dengan melibatkan masyarakat yang fokus kepada kegiatan konservasi. Saya berharap bantuan yang diberikan dapat bermanfaat dan digunakan dengan sebaik-baiknya untuk pelestarian penyu di Kabupaten Aceh Jaya,” terang Hendra.

Sementara itu, Direktur KKHL Andi Rusandi menyampaikan bantuan KOMPAK diberikan sebagai salah satu bentuk apresiasi keterlibatan masyarakat dalam mengelola wilayah laut. Hal ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang meminta jajaran KKP memperhatikan kelompok masyarakat penggiat lingkungan sektor kelautan dan perikanan.

“Kami akan lakukan monitoring dan evaluasi terhadap pemanfaatan bantuan yang diberikan kepada kelompok masyarakat. Jika ada keberhasilan dalam pemanfaatannya, maka ini dapat ditingkatkan dengan barang bantuan atau lainnya,” tutur Andi.

Kepala BPSPL Padang, Mudatstsir menjelaskan bahwa kelompok Konservasi Penyu Aroen Meubanja merupakan kelompok yang melakukan kegiatan perlindungan dan penyelamatan penyu, dari pemburu maupun predator alami yang mengancam keberlangsungan hidupnya.

“Kelompok yang dibentuk pada tahun 2012 atas inisiatif masyarakat di Kecamatan Panga, Kabupaten Aceh Jaya ini dulunya adalah kelompok pemburu telur penyu. Menyadari pentingnya peran penyu bagi ekosistem, Aroen Meubanja akhirnya secara sukarela dan swadaya membuktikan kepeduliannya terhadap kelangsungan hidup penyu beserta habitat pendaratannya,” tutur Mudatstsir.

Kelompok ini ditetapkan sebagai penggiat konservasi melalui SK Bupati Aceh Jaya Nomor 378 Tahun 2015 dan SK DKP Provinsi Aceh Nomor SK.523/2316/2/2017 berlokasi di Desa Keude Panga dengan cakupan lokasi konservasi Desa Alue Piet, Desa Kuta Tuha dan Desa Keude Panga. Berfokus kepada konservasi penyu, Kelompok Konservasi Penyu Aroen Meubanja mendapat perhatian khusus dalam menjalankan pengelolaannya.

“Untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan perlindungan penyu dan habitatnya, Tim Konservasi Aroen Meubanja juga menjadi penanggungjawab pelaksanaan Qanun Mukim Panga Pasi Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perlindungan Penyu dan Habitatnya,” tutup Mudatstsir.

Agustinus Purba/Journalist/BD
Editor : Agustinus

About The Author

Agustinus Purba is an Editor of beritadaerah.co.id

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.