(Beritadaerah – Jakarta) Kementerian Kelautan dan Perikanan ( KKP) melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Air Payau (BBPBAP) Jepara terus konsisten mendorong berbagai stimulus langsung untuk jamin eksistensi usaha budidaya di tengah tekanan ekonomi akibat pandemi.

Bali, menjadi satu dari Provinsi yang terimbas kebijakan PPKM Darurat, terutama sektor pariwisata. Oleh karena itu, salah satu yang bisa terus didorong pada kondisi saat ini adalah usaha perikanan. Meski, imbasnya juga terasa khususnya terkait biaya produksi.

Demikian disampaikan Kepala BBPBAP Jepara, Sugeng Raharjo saat dikonfirmasi perihal dukungan pakan ikan di Kabupaten Buleleng, Sugeng menjelaskan, Bali ini pasar konsumsi lokal cukup tinggi, sehingga proses produksi harus terus berjalan. Oleh karena itu, menurutnya dukungan pakan sangat penting untuk menekan biaya produksi.

“Kita pastikan dukungan yang kita salurkan ini telah betul-betul sesuai kebutuhan untuk menyelesaikan masalah mendasar yang saat ini dihadapi para pembudidaya. Jadi betul-betul buttom up,” jelas Sugeng.

Adapun dukungan BBPBAP Jepara di Kabupaten Buleleng tersebut yakni pakan ikan mandiri sebanyak 12.350 kg, masing-masing bantuan 5.000 kg pakan ikan mandiri kepada Pokdakan Telaga Ngembeng di Tegalalang Bangli dan 6.000 kg kepada Pokdakan Danu Sari di Dukuh Kintamani, Bangli, serta 1.350 kg kepada Pokdakan Sari Merta di Desa Banjar Kecamatan Banjar.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu, mengatakan Ditjen Perikanan Budidaya akan all out menjadi paling depan untuk menjamin proses produksi tetap berjalan di tengan hantaman pandemi Covid-19.

“Kami akan terus pastikan para pembudidaya bisa bertahan berusaha. Di hulu, sudah jelas program dan kegiatan fokus pada upaya pemulihan ekonomi nasional melalui sub sektor perikanan budidaya,” pungkas Tebe.

Agustinus Purba/Journalist/BD
Editor : Agustinus

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.