(Beritadaerah – Kebumen) Warga Kebumen yang kurang mampu menerima bantuan beras dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen. Total beras yang dibagikan kepada warga sebanyak 1.088 ton, penyerahan bantuan secara simbolis tersebut dilakukan Pemkab Kebumen di di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Kebumen, Jawa Tengah, Selasa (20/7).

Bantuan dari Bulog tersebut diberikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) dari Program Keluarga Harapan (PKH) dan Program Bantuan Sosial Tunai (BST), dalam masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat.

Pemberian bantuan sosial tersebut merupakan tindak lanjut dari Instruksi Menteri Dalam Negeri, yakni pemerintah daerah harus bergerak cepat tanpa perlu menunggu pemerintah pusat dalam pemberian bantuan, demikian yang disampaikan oleh Bupati Kebumen Arif Sugiyanto.

“Kemarin Kabupaten Kebumen mendapatkan bantuan beras dari Bulog sebesar 1.088 ton beras. Saya minta secepatnya hari ini juga untuk bisa disalurkan ke masyarakat. Jadi tidak perlu menunggu lama-lama, bantuan harus cepat sampai ke masyarakat,” ujar Arif yang dikutip laman Jatengprov, Kamis (22/7).

Bupati menyebutkan, ribuan ton beras tersebut diberikan kepada 66.545 orang penerima manfaat PKH dan 42.263 orang penerima BST. Setiap keluarga memperoleh 10 kilogram beras.

Warga yang mendapatkan bantuan mengacu pada DTKS yang ada di desa. Data ini yang kemudian diserahkan ke Dinas Sosial, lalu kita bagikan kepada masyarakat, selain bantuan beras, pemerintah juga segera mencairkan bantuan langsung tunai (BLT) sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga, melalui PT Pos Indonesia, jelas Bupati Arif.

Salah satu warga yang menerima bantuan seperti Nur Kholifah menyatakan, bantuan beras tersebut sangat bermanfaat baginya di tengah masa PPKM Darurat.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di kantornya meminta jajarannya memastikan bantuan yang sudah terprogram tersalurkan ke masyarakat dengan adanya keputusan perpanjangan PPKM Darurat. Total ada anggaran sebesar Rp418,8 miliar dari APBD Provinsi Jateng, dan Rp4,7 triliun dari APBN.

Untuk bantuan dari sisi sosial, total ada Rp 381,8 miliar anggaran dari Pemprov Jateng dan Rp 2,4 triliun dari anggaran APBN. Untuk anggaran Pemprov Jateng, ada tujuh kegiatan di Dinkes, DP3AP2AKB, Dinsos, Disdikbud, dan Biro Kesra. Sedangkan anggaran dari pusat ada 7 kegiatan diantaranya BLT Dana Desa, bansos PKH, BPNT, BST, dan bantuan beras untuk 7,6 juta KK.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.