(Beritadaerah – Jateng) Kabupaten Purbalingga di Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah menyiapkan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Goeteng Taroenadibrata menjadi rumah sakit darurat rujukan khusus COVID-19. Langkah tersebut dilakukan untuk mengatasi permasalahan tingkat keterisian atau Bed Occupancy Rate (BOR) yang hampir penuh.

Beberapa waktu, Gubernur Jawa Tengah memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo dalam penanganan COVID-19 yang tengah meningkat, hal yang dilakukan ini sudah melompat ke depan dan paling antisipatif. Pemkab Wonosobo telah lakukan konversi rumah sakit daerah jadi RS khusus COVID-19 dan dinilai sebagai langkah tepat.

Sekarang giliran dari Pemerintah Purbalingga melalui Bupati Purbalingga Dyah Hayuning Pratiwi dimana dalam Rapat Paripurna DPRD Acara Persetujuan Bersama Terhadap Raperda Tentang RPJMD Tahun 2021 – 2026, di Ruang Rapat DPRD menyiapkan RSUD Goeteng Taroenadibrata sebagai RS khusus COVID-19.

“Kami sedang mempersiapkan Rumah Sakit Khusus COVID-19, rencananya akan kami tunjuk RSUD Goeteng Taroenadibrata. Sehingga nanti pasien yang non COVID-19 akan dialihkan ke RSUD Panti Nugroho atau RS swasta yang ada,” kata Bupati Tiwi yang dikutip laman Jatengprov, Rabu (21/7).

Persiapan yang dilakukan, imbuhnya, meliputi penyediaan tenaga kesehatan serta sarana dan prasarana pendukung. Bupati berharap, proses tersebut segera terlaksana sehingga RS Darurat Rujukan Khusus COVID-19 Kabupaten Purbalingga bisa digunakan pada akhir Juli 2021.

Sementara itu, terkait keterbatasan stok oksigen di sejumlah rumah sakit di wilayahnya, Tiwi mengungkapkan, pihaknya bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menjaga ketersediaan stok oksigen.

Bupati Tiwi melakukan upaya kerja sama dengan pihak ketiga dengan sistem Kerja Sama Operasional (KSO) dalam hal pengadaan oksigen di Kabupaten Purbalingga. Sehingga nantinya tidak ketergantungan stok oksigen dari pemerintah pusat maupun provinsi.

Tiwi juga meminta seluruh perangkat desa untuk membentuk tim pemulasaraan dan pemakaman jenazah pasien COVID-19. Hal itu dimaksudkan untuk membantu para petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang mulai kewalahan akibat adanya peningkatan jumlah kematian pasien COVID-19. Para petugas pemakaman dari setiap desa akan mendapatkan pelatihan khusus dari BPBD dan Puskesmas, terutama penanganan jenazah yang sesuai dengan protokol kesehatan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

 

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.