(Beritadaerah – Jakarta) Dalam rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marinves) Luhut Binsar Pandjaitan yang berlangsung pada hari Kamis (15/7), Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono  mengatakan, untuk mencapai target ekspor udang nasional dapat meningkat 250 persen pada tahun 2024, disiapkan tiga program.

Saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengenjot produktivitas udang nasional. Komoditas perikanan ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi dan pasar yang luas untuk ekspor. Sebagai informasi, target peningkatan ekspor udang nasional sebesar 250% pada 2024 merupakan arahan Presiden Joko Widodo yang tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020. Dengan capaian tersebut, Indonesia targetnya bisa masuk dalam top 5 eksportir perikanan dunia.

Program yang pertama dilakukan KKP guna mengenjot produktivitas udang yakni melakukan evaluasi tambak udang eksisting di seluruh Indonesia. Diketahui luasan tambak udang di Indonesia mencapai 562.000 hektare (Ha). Dari jumlah tersebut, 93% di antaranya merupakan tambak udang tradisional dengan luasan 522.600 Ha dan 7% sisanya adalah tambak semi intensif dan intensif seluas 52.698 Ha.

Kemudian dari luasan tambak tradisional yang ada, menunjukkan 56%-nya merupakan tambak idle atau sudah berubah fungsi. Sehingga total tambak tradisional yang masih aktif hanya tinggal 247.803 Ha dengan produktivitas 0,6 ton/hektare/tahun. Angka tersebut jauh di bawah hasil panen tambak semi intensif atau intensif yang bisa mencapai 10-30 ton/hektare/tahun.

“Program kedua revitalisasi sehingga produktivitas yang tadinya 0,6 ton per hektare per tahun, ditingkatkan menjadi 2 ton. Itu terjadi peningkatan yang sangat siginifikan,” kata Menteri Trenggono yang dikutip laman KKP, Kamis (16/7).

Revitalisasi yang dimaksud berupa rehabilitasi infrastruktur dasar pertambakan tradisional yang pengerjaannya akan dilakukan tahun depan. Target luasan tambak yang direvitalisasi seluas 242.803 Ha sampai tahun 2024 melalui dana APBN.

Kemudian program ketiga, Menteri Trenggono akan membangun modelling tambak udang terintegrasi dengan luasan mencapai 1.000 hektare. Di satu kawasan tambak nantinya berdiri pula laboratorium, hatchery, coldstorage hingga ekosistem usaha seperti pabrik pakan, pabrik es, hingga kuliner.

Menteri Trenggono juga mengusulkan perizinan tambak budidaya menjadi wewenang pemerintah pusat setingkat kementerian dari yang tadinya di daerah. Langkah ini untuk menjamin aktivitas pertambakan sesuai dengan prinsip ekonomi biru.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.