(Beritadaerah – Semarang) Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah mempersiapkan dan mengkoversi beberapa lokasi menjadi Rumah Sakit darurat COVID-19. Lokasi tersebut yakni Kompleks Balai Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) atau Diklat Jawa Tengah di Kota Semarang, Asrama Haji Donohudan di Kabupaten Boyolali, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) milik Pemprov Jateng menjadi rumah sakit khusus COVID-19.

Hal ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, usai mengikuti rapat dengan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan secara daring, dari rumah dinas Puri Gedeh, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (14/7).

“Ada dua cara menyiapkan rumah sakit COVID-19. Pertama mengonversi rumah sakit yang kita miliki untuk dijadikan rumah sakit khusus COVID-19. Kedua, kita siapkan dua tempat di Asrama Haji Donohudan dan Diklat Pemprov di Srondol untuk dikonversi menjadi rumah sakit darurat,” kata Ganjar saat rapat yang dikutip laman Jatengprov, Kamis (15/7).

Ganjar menjelaskan, saat ini RSUD yang sudah pasti dikonversi menjadi rumah sakit khusus COVID-19 adalah RSUD Tugurejo di Semarang. Rumah sakit itu dikonversi 100 persen untuk penanganan COVID-19. Namun, masih ada dua layanan yang diterima di rumah sakit itu, yaitu hemodialisa dan kanker.

Ditambahkan oleh Ganjar, untuk kota akan pakai Rumah Sakit Tugurejo Semarang, 100 persen. Terus RSUD Moewardi dan Rumah Sakit Jiwa di Solo juga akan dikonversi 75 persen untuk rumah sakit COVID-19, karena rujukan untuk penyakit lain masih banyak di rumah sakit itu, Pemprov Jateng akan optimalkan untuk tiga rumah sakit milik provinsi ini.

Ganjar juga mendorong masing-masing kabupaten/ kota untuk menyiapkan satu rumah sakit khusus COVID-19. Terkait hal ini beberapa daerah sudah dalam proses mengonversi rumah sakit.

Sementara itu untuk konversi Diklat Srondol dan Donohudan menjadi rumah sakit darurat COVID-19 sedang dalam proses. Ganjar mengatakan visitasi dari Kementerian Kesehatan untuk Diklat Srondol sudah dilakukan. Pada Kamis (15/7) dijadwalkan akan ada visitasi lanjutan bersama Kementerian PUPR untuk Diklat Srondol dan Asrama Haji Donohudan.

Adapun kapasitas tempat tidur untuk dua tempat itu masing-masing Diklat Srondol memiliki 554 tempat tidur, dan Asrama Haji Donohudan 872 tempat tidur. Saat ini dua tempat tersebut masih digunakan sebagai tempat isolasi terpusat.

Ganjar menambahkan, terkait kebutuhan sumberdaya manusia di rumah sakit darurat COVID-19, ia sudah berkomunikasi dengan Menteri Kesehatan dan berharap ada dukungan dari kementerian untuk itu.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.