(Beritadaerah – Semarang) Selesai rapat dengan Menko Marinvest, Luhut Binsar Pandjaitan via daring, dari rumah dinasnya, Senin (12/7) malam, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta seluruh masyarakat yang positif COVID-19 dan isolasi mandiri di rumah untuk segera melapor. Hal itu penting agar pembagian obat bisa terlaksana dengan baik.

Pada hari Rabu (14/7), Pemerintah Pusat bakal membagikan paket obat gratis pada pasien Covid-19 yang OTG dan bergejala ringan. Sebanyak 300 ribu paket obat rencananya akan dibagikan pada masyarakat.

“Rencana kita dapat paket obat untuk membantu masyarakat yang positif Covid-19. Saya minta bantuan masyarakat, ayo yang saat ini isolasi mandiri di rumah dan belum melapor, segera lapor sekarang,” kata Ganjar yang dikutip laman Jatengprov, Selasa (13/7).

Ganjar meminta warga lapor yang paling cepat melalui RT/RW setempat. Nantinya, RT/RW akan melaporkan ke kades/ lurah masing-masing, agar semuanya mendapatkan bantuan paket obat itu. Dengan ini maka memudahkan pembagian obat juga akan memperbaiki database warga yang isolasi mandiri di rumah. Sehingga harapannya, mereka bisa dipantau perkembangannya.

Ganjar menerangkan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kodam IV/Diponegoro terkait pendataan warga yang isolasi mandiri. Seluruh Babinsa yang ada di lapangan telah dioptimalkan untuk melakukan pendataan.

Selain itu, gubernur juga akan menyiapkan call center untuk memudahkan pendataan warga yang isolasi mandiri di rumah itu. Masyarakat diminta proaktif untuk melaporkan jika ada keluarganya yang menjalani isolasi mandiri.

Disinggung berapa jatah paket obat gratis yang akan diterima Jateng, Ganjar mengatakan belum ada alokasi yang ditetapkan. Namun rencananya, dari 300 ribu paket obat, tahap pertama akan disalurkan sebanyak 100 ribu ke beberapa wilayah di Indonesia termasuk Jawa Tengah.

Sasaran dari distribusi obat yang dilakukan Pemerintah Pusat adalah pasien COVID-19 yang menjalankan isolasi mandiri. Untuk alur pembagiannya, nantinya Kimia Farma menyediakan obat, KESDAM (Kesehatan Daerah Militer) sebagai pendistribusi obat berkoordinasi dengan dinas kesehatan dan PKM terkait pasien positif berdasarkan data New All Records (NAR) dan triase gejala pasien, dan dilanjukan oleh babinsa sebagai pengantar obat dan edukasi pasien.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.