Presiden pada penyerahan PKH pada 2500 keluarga di Cimahi , sempat menyaksikan pengambilan uang di ATM, Rabu (29 Jan). (Foto: Humas Setkab)

Pemerintah Terus Gulirkan Program Strategis untuk Masyarakat Kurang Mampu

(Beritadaerah – Nasional) Seluruh Instansi pemerintah terus memastikan masyakarat yang masuk kategori kurang mampu mendapat bantuan. Tujuannya agar masyarakat dapat bertahan dari dampak negatif wabah global COVID-19 yang sedang mengalami lonjakan.

Juru Bicara Menteri Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dedy Permadi melalui siaran virtual pada Minggu (11/7/2021), menyatakan bahwa pihaknya terus mencari lokasi marginal di setiap daerah, dan memastikan ketersediaan makanan, khususnya beras untuk masyarakat yang betul-betul membutuhkan.

Pencarian wilayah yang terindikasi banyak memiliki penduduk kurang mampu yang terdampak COVID-19 sangat diperlukan. Tujuannya, setiap bantuan yang diberikan oleh pemerintah dapat tepat sasaran sesuai masyarakat yang membutuhkannya.

Langkah strategis di atas, lanjutnya, harus dilakukan dalam waktu yang relatif cepat oleh instansi pemerintah terkait. Semakin cepat langkah tersebut dilakukan, maka berpotensi dapat menolong para masyarakat kurang mampu dari terpaan wabah global ini.

“Penyaluran bantuan ini harus dapat terlaksana dengan cepat, agar rakyat Indonesia tidak akan dibiarkan sampai tidak bisa makan,” tuturnya.

Untuk mewujudkan hal itu, ada tiga program yang akan digelontorkan lagi oleh pemerintah bagi masyarakat yang kurang mampu antara lain:

Program Keluarga Harapan (PKH) yang akan menyasar kepada 10 juta penerima manfaat. Alokasi yang anggaran yang diperuntukkan untuk program tersebut mencapai Rp13,96 triliun. Mekanisme penyalurannya PKH dimajukan menjadi triwulan yang akan segera jatuh pada Juli 2021.

Program Kartu Sembako yang akan menyasar kepada 18,8 juta penerima kartu sembako. Alokasi anggaran yang diperuntukkan untuk program tersebut mencapai kisaran Rp45,2 triliun. Penyaluran akan melibatkan PT Pos yang akan menyalurkan langsung kepada masyarakat terdampak.

Program Bantuan Sosial Tunai (BST) yang akan menyasar kepada sebanyak 10 juta penerima manfaat. Alokasi yang dianggarkan oleh perintah untuk program tersebut mencapai kisaran Rp6,1 triliun.  Mekanisme penyaluran akan dilakukan pada Juli 2021.

Masing-masing diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu yang terdampak pandemic, dengan catatan setiap penerima bantuan hanya boleh mendapatkan satu program saja.

Pemerintah juga membangun dapur umum yang tersebar di pelosok tanah air. Guna memastikan, masyarakat terdampak wabah global COVID-19 mendapatkan kebutuhan makanan secara rutin. Dapur umum ini rata-rata memproduksi 10 ribu kotak makanan siap saji, terkadang sampai mencapai 15 ribu kotak makanan siap saji per hari.

Dapur umum ini, mampu menyediakan belasan ribu makanan yang akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan makanan secara langsung. Saat ini dapur tersebut sudah ada di Kota Surakarta, Kota Surabaya, Kota Bandung, Kabupaten Sleman, Kota Bogor, dan Denpasar.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani
Foto: BPMI