Kurangi Ketergantungan Pakan Ikan Komersil, KKP Berikan Pelatihan di NTT

(Beritadaerah – NTT) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memberikan Pelatihan Pembuatan Pakan Ikan bagi Masyarakat Kabupaten Kupang, Kabupaten Timor Tengah Utara, dan Kabaputan Timor Tengah Selatan di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dari tanggal 21 – 22 Juni 2021. Langkah ini sebagai upaya mengurangi ketergantungan pakan ikan komersil yang berbiaya tinggi,

Pelatihan yang difasilitasi oleh Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BP3) Banyuwangi ini diikuti oleh 150 peserta dengan rincian 70 pembudidaya Kupang, 40 pembudidaya Timor Tengah Utara dan 40 pembudidaya dari Timor Tengah Selatan. Dilaksanakan secara blended online dengan menerapkan protokol kesehatan.

Pelatihan sejalan dengan tugas dan fungsi BRSDM, yaitu penyiapan SDM berdaya saing tinggi dan tanggap teknologi. Terutama, dalam mendorong pembangunan sektor kelautan dan perikanan sesuai dengan arahan Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, mengenai program prioritas KKP di tahun 2021-2024, demikian penjelasan dari Kepala Badan Riset dan Sumber Daya Manusia (BRSDM) Sjarief Widjaja.

“Masyarakat perlu dibekali dengan teknologi-teknologi yang dapat memaksimalkan usahanya sehingga program prioritas Menteri Trenggono, yakni pengembangan perikanan budidaya untuk peningkatan ekspor, serta pembangunan kampung perikanan budidaya air tawar, payau dan laut berbasis kearifan lokal benar-benar dapat terwujudkan di NTT,” kata Sjarief yang dikutip laman KKP, Jumat (25/6).

Dijelaskan oleh Sjarief, Provinsi NTT memiliki potensi kelautan dan perikanan yang melimpah, termasuk juga bahan baku yang memadai dalam mendukung produksi pakan ikan daerahnya. Dia berharap, pelatihan dapat menumbuhkembangkan pelaku usaha pembuatan pakan ikan yang dapat dipasarkan secara digital.

Sementara itu Kepala Pusat Pelatihan dan Penyuluhan Kelautan dan Perikanan (Puslatluh KP), Lilly Aprilia Pregiwati menyebut, ketersediaan dari pakan ikan ditargetkan minimal mencapai 9,6 juta ton. Jumlah tersebut berasal dari kebutuhan total 7,92 juta ton untuk produksi ikan dan udang. Salah satu tantangannya adalah bagaimana memenuhi kebutuhan pakan ikan yang efisien dan berkualitas, namun dengan harga yang tetap terjangkau.

Tingginya kebutuhan pakan ini memaksa pembudidaya untuk menggali alternatif pemenuhan pakan bagi usaha budidayanya. Pakan ikan yang dibuat secara mandiri merupakan jawaban dari persoalan tersebut.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu