(Beritadaerah – Nasional) Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo memperkenalkan aplikasi UPT Online yang merupakan salah satu terobosan dari Kementan untuk mempermudah dalam melihat atau memantau perkembangan pemeliharaan atau pembibitan di Unit Pelaksana Teknis (UPT).

Aplikasi UPT Online ini diinisiasi oleh Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH), Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak. Aplikasi ini juga diharapkan bisa membantu dan memudahkan dalam pengambilan keputusan oleh pimpinan.

“Intinya aplikasi ini akan memudahkan, misalnya seperti mempermudah untuk mengotrol perkembangan UPT di Indonesia,” kata Mentan SYL, Kamis (10/6/2021).

Ditjen PKH Direktorat Perbibitan dan Produksi Ternak memiliki 10 Unit Pelaksana Teknis (UPT) perbibitan yang dalam tugas dan fungsinya yaitu menghasilkan bibit dan benih. UPT tersebut di antaranya BBPTU HPT Baturraden, BPTU HPT Denpasar, BPTU HPT Padang Mengatas, BPTU HPT Sembawa, BPTU HPT Indrapuri, BPTU HPT Pelaihari, BPTU HPT Siborong Borong, BBIB Singosari, BIB Lembang dan BET Cipelang.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah menjelaskan, aplikasi ini memberikan nilai positif karena penghasil bibit bisa dipantau dan dikontrol baik dari populasinya, kelahiran, distribusi serta beberapa kendala reproduksi ternaknya.

“Dengan adanya aplikasi ini, kita harus bangga karena perkembangan ternak ternak di UPT penghasil bibit bisa kita pantau dan dikontrol,” imbuh Nasrullah.

Aplikasi UPT Online ini bebasis website yang bisa menggambarkan tentang dinamika populasi masing-masing UPT, khususnya UPT penghasil bibit. Menu yang ditampilkan berupa dinamika populasi seperti jumlah populasi ternak, kelahiran, distribusi, dan reproduksi ternak.

Dalam tampilannya aplikasi ini juga bisa memperlihatkan struktur populasi ternak berdasarkan umur yaitu anak (0-6 bulan), muda (6-18 bulan) serta dewasa/produktif (di atas 18 bulan).

“Yang menarik lagi dari aplikasi ini disediakan menu Alert System yaitu berupa menu untuk memonitor kinerja teknis reproduksi ternak khususnya sapi,” jelas Nasrullah.

Beberapa menu lain yang juga sudah dikembangkan antara lain jumlah dan identitas dara yang belum/sudah dikawinkan serta jumlah dan identitas betina yang sudah dilakukan pemeriksaan kebuntingan (PKB) yang muncul jika sudah dikawinkan minimal 1,5 bulan sebelumnya.

Aplikasi ini diyakini sangat memudahkan bagi pimpinan, baik di pusat maupun di masing-masing UPT untuk memantau kinerja reproduksi ternak, khususnya sapi pada UPT perbibitan. Nantinya para pimpinan bisa segera mengambil langkah-langkah teknis dan kebijakan yang diperlukan untuk meningkatkan efisiensi reproduksi.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

About The Author

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.