(Beritadaerah – Lombok Barat) Ekosistem mangrove memiliki peran yang penting seperti penahan angin dan tsunami, wisata pantai, budidaya ikan air tawar, pertanian lahan pasir dan lainnya. Untuk itu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (Ditjen PRL) melakukan program pemulihan ekosistem mangrove di wilayah pesisir Lombok Barat dengan menanam sebanyak 50.000 bibit mangrove di Desa Sekotong Tengah, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat.

Pemulihan ekosistem mangrove merupakan upaya rehabilitasi yang menjadi prioritas program kerja KKP. Melalui upaya tersebut Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono berharap rehabilitasi mangrove dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat pesisir.

Dirjen Pengelolaan Ruang Laut Tb. Haeru Rahayu yang akrab dipanggil Tebe menjelaskan, program Padat Karya Penanaman Mangrove (PKM) yang dilakukan oleh KKP bertujuan mengatasi degradasi mangrove, sehingga ekosistem mangrove dapat pulih dan meningkatkan perekonomian di wilayah pesisir.

“Kegiatan penanaman mangrove ini menjadi salah satu upaya edukasi penyadartahuan tentang pemulihan ekosistem pesisir yang dapat diterapkan secara langsung, tidak hanya masyarakat bahkan siswa juga dapat praktek langsung,” jelas Tebe yang dikutip laman KKP, Selasa (8/6).

Penanaman 50.000 bibit mangrove jenis Rhizophora Mucronata dilaksanakan bersama kelompok masyarakat sadar wisata Tanjung Batu dan masyarakat sekitar di Desa Sekotong Tengah, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat pada lahan seluas 10 hektar. Kegiatan ini melibatkan 60 orang pekerja dengan jumlah Hari Orang Kerja (HOK) 423 HOK.

Sementara itu Direktur Pendayagunaan Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, Muhammad Yusuf menyampaikan tahun ini KKP memang tengah gencar pada program rehabilitasi mangrove.

Sebagian besar wilayah pesisir dan lautan berada dalam kondisi terdegradasi, karena pemanfaatan yang tidak ramah lingkungan serta konversi lahan menjadi peruntukkan yang baru. Berbagai aktivitas di wilayah darat maupun aktivitas di laut juga menyebabkan menurunnya kondisi ekosistem mangrove. Salah satu upaya pemerintah bersama masyarakat adalah melakukan upaya rehabilitasi.

Kegiatan rehabilitasi mangrove pada kegiatan padat karya ini diharapkan dapat meningkatkan ekonomi masyarakat sekitar sehingga ekosistem mangrove semakin terjaga kelestariannya. Sebelumnya pada akhir bulan Mei 2021, KKP juga telah melaksanakan penanaman pada area seluas 8,7 hektare di Desa Semare dan Desa Kalirejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

Penanaman mangrove di Kabupaten Pasuruan menggunakan 43.500 batang bibit Rhizopora mucronata yang mampu menyerap 100 orang tenaga kerja selama 8 hari dan 515 hari orang kerja (HOK) penanaman.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.