(Beritadaerah – Ekonomi Bisnis) Aplikasi E-Pasar adalah terobosan terbaru untuk tetap melakukan physical distancing di tengah pandemic, yaitu dengan berbelanja melalui sistem online dengan biaya cukup murah.

Untuk Kota Malang di Jawa Timur, e-Pasar yang saat ini dikenal sebagai aplikasi belanja B2C (business to customer), saat ini telah merambah fasilitas B2B (business to business). B2B akan memudahkan pedagang sayur untuk mendapatkan barang secara kontinyu dengan harga terjangkau dan barang yang masih segar.

“Produk-produk pertanian sering menjadi korban manipulasi harga, terutama di sisi penyaluran produknya. Hal ini membuat kesenjangan harga yang luar biasa sering terjadi di pasar komoditas ini,” jelas Wakil Ketua bidang Perdagangan dan Distribusi KADIN Kota Malang, Dicky Sulaiman, Senin (7/6/2021).

Menurut Dicky, kehadiran e-Pasar bisa menjaga dinamika supply-demand produk pertanian agar lebih stabil dan tidak merugikan salah satu pihak.

Ada beberapa produk sayuran yang harganya bisa mencapai 10 kali lipat saat di tangan konsumen. Bagi Dicky, hal itu sudah melebihi batas kewajaran. Harga di petani seringkali ditekan, sementara harga pada konsumen tinggi, untuk produk yang sama.

Aplikasi e-Pasar dalam hal ini memfasilitasi petani untuk membuka lapaknya di level harga distributor. Dengan adanya pembatasan kuota minimal pembelian di e-Pasar, diharapkan end-user  dibatasi agar tidak langsung membeli di harga grosir.

“Mekanismenya, pembeli grosiran memesan secara pre-order melalui e-Pasar, kemudian kami antar langsung ke pasar yang ditunjuk di pagi harinya,” terang Rudy Atmoko, wakil dari Kelompok Tani Kedungrejo.

Melalui mekanisme ini, pedagang sayur bisa mendapatkan barang secara kontinyu di level harga yang baik dan barang yang masih segar. “Jadi lebih hemat di ongkos transport, dan kepastian supply yang terjaga,” kata Rudy.

Kehadiran Kelompok Tani Kedungrejo sebagai pelapak di aplikasi e-Pasar merupakan pionir dari sisi produsen langsung dan pedagang grosir. Kehadiran grosir di e-Pasar ditarget dapat meringankan beban pedagang kecil seperti pedagang sayur keliling yang waktunya sudah habis untuk operasional menjajakan dagangannya.

E-Pasar Malang telah diluncurkan pada 4 Juli 2020. Hingga saat ini, sudah 35 pedagang terdaftar di aplikasi e-Pasar Malang yang jumlahnya akan terus bertambah. Program pasar digital ini memang dijadikan pemerintah sebagai upaya mendorong UMKM.

Pasar digital seperti e-Pasar Malang ini membangun tadisi transparansi harga di pasar tradisional. Pasar digital pada umumnya lebih fleksibel dan efisien, sehingga mengurangi biaya pencarian dan transaksi, juga biaya menu yang rendah, dan kemampuan untuk mengubah harga secara dinamis yang disesuaikan dengan kondisi pasar.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.