(Beritadaerah – Pariaman) Tanah kosong yang tidak produktif dengan luas 10,62 hektare di Desa Apar, Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman, Sumatera Barat telah berubah menjadi kawasan Apar Pariaman Mangrove Park. Hal itu terjadi pada akhir pada tahun 2010, Pemerintah Daerah Pariaman dan juga masyarakat desa setempat melalui kelompok-kelompok Penggerak Masyarakat Konservasi menanam 50.000 mangrove di lokasi tersebut. Pada tahun 2020, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui BPSPL Padang melakukan pembangunan trekking Apar Mangrove Park.

Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono melakukan pemotongan pita dan peresmian Apar Pariaman Mangrove Park pada hari Rabu (2/6). Dalam sambutannya Menteri Trenggono mengajak Pemerintah Daerah dan masyarakat untuk menjaga kebersihan hutan mangrove dari sampah.

“Soal sampah, saya mengajak segala kalangan baik dari Pemerintah maupun dari masyarakat setempat serta pengunjung untuk sama-sama menjaga hutan mangrove ini agar selalu bersih dari sampah,” kata Menteri Trenggono yang dikutip laman KKP. Rabu (2/6).

Lebih lanjut Menteri Trenggono juga meminta kepada Pemerintah Daerah melalui Walikota Pariaman Genius Umar untuk segera menyediakan tempat sampah di sepanjang trekking Apar Mangrove Park.

Ditambahkan oleh Menteri Trenggono, mangrove ini adalah kehidupan, kalau mangrove ini dapat kita jaga dengan baik, maka semakin baik pula nilai ekonominya. Agar kebermanfaatannya tidak berhenti sebagai pelindung ekosistem namun juga dapat berkembang dari segi potensi pariwisatanya sehingga kesejahteraan masyarakat desa meningkat.

Menteri Trenggono juga mendorong pelebaran kawasan mangrove di wilayah Pariaman agar lebih luas sehingga manfaatnya juga akan lebih besar. Pengembangan hutan mangrove tersebut merupakan salah satu bukti komitmen KKP dalam membangun sektor kelautan dan perikanan sesuai dengan prinsip Ekonomi Biru, salah satunya adalah keberlanjutan ekologi.

Selain melakukan peresmian Apar Pariaman Mangrove Park, dalam kesempatan yang sama Menteri Trenggono juga mengunjungi UPTD Konservasi dan Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan Kota Pariaman untuk meninjau penangkaran penyu.

Apar Pariaman Mangrove Park telah menjadi destinasi wisata bagi masyarakat. Pengunjung yang datang ke lokasi akan disuguhkan wahana berjalan kaki di atas rawa, dengan dikelilingi pohon-pohon mangrove. Apar Pariaman Mangrove Park memiliki konsep eko wisata dan edukasi bagi pengunjungnya.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.