(Beritadaerah – Banyuwangi) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi melakukan pemberlakukan  peraturan dan protokol kesehatan (prokes) ketat kepada destinasi wisata yang buka selama libur hari raya.  Destinasi wisata di Banyuwangi tetap buka selama libur lebaran 1442 Hijriyah dan mengalami peningkatan kunjungan wisata di beberapa destinasi unggulan, meski tak seramai sebelum pandemi COVID-19.

Beberapa destinasi wisata unggulan di Banyuwangi ramai dikunjungi wisatawan lokal. Sejak hari raya, peningkatan terus terjadi, diantaranya Pantai Pulau Merah, Bangsring Underwater, Pantai Grand Watudodol (GWD), dan Pantai Boom. Rata-rata, peningkatan mencapai 110 persen, demikian yang disampaikan oleh Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Banyuwangi MY Bramuda, Minggu (16/5).

“Kunjungan wisatawan kemarin tercatat 5.000 pengunjung. Hari ini mengalami peningkatan signifikan, total pengunjung mencapai 12 ribu. Ini masih belum selesai rekapitulasi,” ujar Bramuda yang dikutip laman Banyuwangikab, Minggu (16/5)

Saat ini, kata Bramuda, sebanyak 68 destinasi wisata di Banyuwangi tetap buka. Namun pihaknya menegaskan kepada pengelola destinasi wisata untuk menjalankan prokes. Di antaranya melakukan pengaturan jam operasional mulai jam 9.00-15.00 WIB, penyediaan tempat cuci tangan dan pembatasan jumlah pengunjung 50 persen dibandingkan sebelum pandemi.

Ditambahkan oleh Bramuda, bahwa sebelum pembukaan destinasi wisata lebaran kita lakukan monitoring dan survey, untuk memastikan apakah mereka layak membuka destinàsi wisata. Jika tak layak ya kami minta untuk ditutup, karena lebaran pasti membludak pengunjungnya.

Selain itu, selama libur lebaran pembatasan kunjungan wisatawan dipantau melalui aplikasi. Caranya tiket masuk di setiap destinasi wisata dibatasi 50 persen dari kapasitas. Pembukaan destinasi wisata di Banyuwangi selama libur lebaran sudah dikoordinasikan dengan Satgas COVID-19 dan kepolisian. Tujuannya, untuk menghindari penumpukan dan kerumunan masyarakat di pusat perbelanjaan.

Pemkab Banyuwangi juga menggelar acara “Mudik Online” pada hari Minggu (16/5), yang diikuti para diaspora (perantau) asal Banyuwangi yang tersebar di berbagai daerah. Ribuan orang tersambung melalui daring lewat aplikasi Zoom, Youtube, Instagram, dan Facebook.

Acara mudik online tersebut berlangsung meriah. Dikemas secara hybrid, acara digelar dari lima tempat di Banyuwangi. Para perantau yang mengikuti mudik online juga bisa berinteraksi secara langsung dengan Bupati dan Wakil Bupati Banyuwangi. Juga kepada para sanak kerabat yang berkumpul di lima tempat yang disediakan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.