(Beritadaerah – Boyolali) Usai menggelar ujian sekolah untuk jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) pekan lalu, kini Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar ujian jenjang Sekolah Dasar (SD) yang melaksanakan ujian sekolah mulai pada Senin-Jumat.

Hal yang cukup berbeda terlihat di SD Negeri 2 Ampel, Desa Candi, Kecamatan Ampel yang menggelar ujian sekolah menggunakan sistem no paper test atau ujian tanpa kertas dengan menggunakan teknologi android. Para siswa tetap datang ke sekolah untuk tatap muka, tetapi soal ujian dikirim melalui daring dengan teknologi android yang telah dikendalikan server dari ruang pusat kegiatan guru.

“Soalnya secara daring yang dikendalikan server dari pusat kegiatan guru, kemudian pelaksanaannya dengan tatap muka. Ini yang harus saya kembangkan, yang lain masih paper test pakai kertas. Khusus yang Ampel dan Gladagsari no paper test, semua SD di Ampel dan Gladagsari. Semua,” terang Kepala Disdikbud Kabupaten Boyolali, Darmanto di sela monitoring ujian sekolah di SD Negeri 2 Ampel, Senin (3/5).

Sebanyak sembilan mata pelajaran yang diuji dalam ujian sekolah jenjang SD. Tiga di antaranya mendapatkan porsi waktu mengerjakan cukup banyak dibandingkan dengan mata pelajaran lain. Ketiga mata pelajaran tersebut yakni Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) yakni 90 menit mengerjakan.

“Praktis anak-anak akan di sekolah 150 menit ditambah istirahat. Sehingga masih sesuai dengan SOP kami maksimal tiga jam,” kata Darmanto.

Kepala SD Negeri 2 Ampel, Desa Candi, Fajar Sasongko mengungkapkan, 24 siswa kelas VI semula akan mengikuti ujian sekolah di rumah salah satu guru yang berada di zona hijau Covid-19. Seperti diketahui, beberapa hari yang lalu terdapat klaster piknik yang berasal dari Dusun Gondang, Desa Candi yang menyebabkan daerah tersebut masuk ke dalam zona oranye.

“Kemarin (Minggu (2/5) sudah ada informasi dari Gugus Covid Desa Gondang sudah aman, sudah dinyatakan negatif semua. Sehingga kita kembali (rencana) ujian yang akan kita laksanakan di salah satu rumah guru kami, kami kembalikan ke tempat SD Negeri 2 Ampel karena sudah aman zona hijau,” ungkapnya.

Sebagai tambahan informasi, ujian sekolah ini digelar oleh 582 SD yang ada di Kabupaten Boyolali, dan diikuti 11.933 siswa. Pada ujian sekolah tersebut, para siswa tetap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat.

Agustinus Purba/Journalist/BD
Editor : Agustinus

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.