(Beritadaerah – Infrastruktur) Demi mendukung jangkauan listrik ke seluruh pelosok Indonesia, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menargetkan 33 desa terpencil di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapatkan listrik dari PLN sebelum tahun baru 2022.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN Wiluyo Kusdwiharto, melalui keterangan tertulisnya, Minggu (2/5/2021).

Menurut Kusdwiharto, proyek listrik untuk desa terpencil itu meliputi 8 desa di Kabupaten Berau, 4 desa di Kutai Timur, 10 kampung di Kutai Barat, 1 kampung di Mahakam Ulu, dan 10 desa di Paser. Semuanya ini secara total mencakup 5.400 pelanggan baru.

Sampai dengan bulan April 2021, dari 33 desa tersebut, sudah 10 desa yang sukses dialiri listrik. Dari 10 desa itu, ada 1.924 pelanggan baru. Kusdwiharto  mengungkapkan, untuk ke-10 desa tersebut PLN berinvestasi sejumlah Rp61 miliar atau Rp31 juta per pelanggan. Dua puluh tiga desa lainnya masih dalam pengerjaan.

Jarak yang jauh dan keterbatasan infrastruktur menjadi tantangan utama PLN dalam menarik jaringanya ke kampung sasaran. Juga kondisi di setiap kampung terisolasi oleh kontur alam dan jarak, seperti di Mahakam Ulu, maka sistem kelistrikannya juga terbatas sehingga belum bisa menjangkau pelanggan di luar kampung tersebut.

Biaya pemasangan jaringan juga menjadi berkali lipat dari biaya pemasangan di kampung yang sudah tersedia infrastrukturnya.

“Tapi itulah tantangannya. Kami akan terus berupaya mewujudkan listrik yang berkeadilan hingga ke seluruh pelosok Indonesia,” ungkap Kusdwiharto.

Upaya percepatan penyelesaian program listrik desa ini untuk meningkatkan laju rasio desa berlistrik yang ditargetkan mencapai 100 persen pada tahun 2024 mendatang.

Sebelumnya, pada April 2021, PLN sudah melistriki 19 desa di Kecamatan Krayan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara). Desa-desa tersebut selain berada di perbatasan negara, juga terpencil.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.