(Beritadaerah – Bogor) Saat meninjau pabrik Wika Industri Manufaktur (WIMA) di Jalan Raya Narogong, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Selasa (27/4) Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta perguruan tinggi dan perusahaan berkolaborasi membuat kendaraan listrik yang sesuai dengan kebutuhan dan permintaan pasar.

Diketahui, WIMA adalah perusahaan Joint Venture antara PT. Wijaya Karya Industri & Konstruksi dengan PT. GESITS Technologies Indo. Sementara PT. Wijaya Karya Industri sendiri merupakan salah satu anak usaha PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA).

Gesits merupakan motor listrik yang jauh lebih hemat di kantong dibandingkan dengan motor berbahan bakar fosil. Satu baterai dengan isi penuh 1,4 kilowatt-hour (kWh) hanya memerlukan kocek Rp. 2.200-an untuk menempuh jarak 50 KM. Motor Gesits ini dapat menggunakan dua baterai sekaligus, sehingga jarak tempuh bisa mencapai 100 kilometer per satu kali pengisian daya.

“Kita harus pelan-pelan menggoda konsumen untuk ke level yang lebih besar. Semua merek motor jangan hanya satu jenis, ada yang urban motorcycle, ada yang adventure, ada yang touring, itu semua harus di riset dari sekarang,” kata Ridwan Kamil yang dikutip laman Jabarprov, Rabu (28/4).

Menurut Gubernur Jabar, selera setiap manusia itu berbeda sehingga riset harus menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan jadi sekarang fokusnya yang kaya bebek ini tidak ada masalah, desainnya pun bagus.

Gubernur Ridwan Kamil berharap nanti masyarakat bisa menggunakan kendaraan listrik tanpa keluhan sehingga promosinya bisa lebih gampang. Saat ini Pemda Provinsi Jabar telah mengeluarkan peraturan yang mengamanatkan dalam 10 tahun dari sekarang populasi kendaraan di Jabar harus menggunakan energi listrik.

Gubernur mengapresiasi langkah strategis PT Wika Infrastruktur Manufaktur dengan memproduksi motor listrik dengan brand Gesits. Dalam desain produksinya, Gubernur usul melibatkan berbagai seniman seperti di kawasan Bandung, agar ada keterikatan dengan masyarakat.

Gesits saat ini telah lulus uji Sertifikat Uji Tipe (SUT) dari Kementerian Perhubungan, sehingga, motor yang memiliki performance setara dengan scooter matic 150 cc ini sudah laik jalan dan dilengkapi dengan STNK/BPKB.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.