(Beritadaerah – Jambi) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendukung upaya pengembangan kawasan perikanan budidaya dengan nilai ekonomi yang tinggi, terutama terhadap komoditas berbasis kearifan lokal. Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam Jambi sebagai Unit Pelaksana Teknis (UPT) lingkup Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya KKP menjadi salah satu garda terdepan dalam mewujudkan target yang telah ditetapkan tersebut.

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto yang turut mendampingi kunjungan kerja Menteri Kelautan dan Perikanan di Provinsi Jambi beberapa waktu menyatakan, BPBAT Sungai Gelam memiliki peran sentral terhadap perputaran ekonomi masyarakat terutama di wilayah kerjanya di Sumatera. Selain sebagai pelaksana kebijakan pusat terkait Pemulihan Ekonomi Nasional melalui penyaluran stimulus bantuan pemerintah, BPBAT Sungai Gelam juga melaksanakan fungsinya sebagai sentra bisnis yang turut mempengaruhi pergerakan ekonomi di wilayah sekitarnya.

“Arahan Pak Menteri ialah untuk meningkatkan perikanan budidaya berbasis kearifan lokal terutama untuk komoditas perikanan lokal yang sudah hampir punah serta memiliki nilai ekonomis yang tinggi. BPBAT Sungai Gelam Jambi akan terus melaksanakan tugas sebagai salah satu UPT yang berperan dalam melestarikan ikan endemik dengan melakukan pengembangan teknologi, diseminasi kepada masyarakat serta melakukan kegiatan restocking ikan endemik lokal secara rutin,” jelas Slamet yang dikutip laman KKP, Rabu (28/4).

Slamet juga menilai bahwa komoditas ikan lokal memiliki potensi ekonomi yang tinggi karena memiliki nilai jual dan pasar yang baik bahkan di beberapa daerah turut mempengaruhi tingkat inflasi di daerah tersebut.

Sementara itu Kepala BPBAT Sungai Gelam Jambi, Boyun Handoyo mengungkapkan bahwa seluruh pegawai telah menerima arahan langsung dari Pak Menteri untuk siap membangun perikanan budidaya secara bersama. Pembangunan dan pendampingan teknis untuk kampung perikanan budidaya telah dilakukan seperti di Kota Prabumulih dengan kampung bioflok lele serta di Kabupaten OKU Timur dengan kampung patin.

Ditambahkan oleh Boyun, untuk pembangunan kampung-kampung berbasis kearifan lokal akan kami rancang secara terintegrasi mulai dari hulu hingga ke hilir serta mengembangkan teknologi-teknologi lain seperti pengembangan pakan mandiri. Sedangkan untuk pakan tanaman indigofera merupakan tanaman yang memiliki bernutrisi tinggi yang dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan baku alternatif pembuatan pakan ikan. Tanaman ini juga sebagai sumber protein nabati yang dapat mensubstitusi bahan impor dalam formulasi pakan ikan seperti tepung kedelai dan tepung ikan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.