(Beritadaerah – Padang) Guna menindaklanjuti pertemuan dengan 11 bupati dan wali kota se-Sumatara Barat yang berlangsung beberapa waktu lalu di Jakarta, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno, melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Sumatra Barat.

Dalam kunjungan di Sumatera Barat, Menparekraf juga didampingi Staf Ahli Bidang Pengembangan Usaha Kemenparekraf/Baparekraf Dadang Rizki Ratman, serta Direktur Pengembangan Destinasi Regional I Kemenparekraf/Baparekraf Oni Yulfian.

Kunjungan kerja ini juga meninjau perkembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, terutama penerapan protokol kesehatan serta kesiapan destinasi di Sumatra Barat dalam memasuki era adaptasi kebiasaan baru. Saat di bandara, Menparekraf juga melihat langsung penerapan protokol kesehatan, mulai dari pengambilan bagasi hingga deklarasi kesehatan E-HAC.

“Hari ini kita memulai kunjungan kerja ke beberapa spot pariwisata di Sumatra Barat. Kunjungan ini juga sebagai tindak lanjut dari rapat koordinasi kita sebelumnya dalam upaya membangkitkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatra Barat salah satunya melalui industri kuliner yang telah mendunia, yaitu rendang. Jadi kita langsung gerak cepat dari rapat koordinasi tersebut,” kata Menparekraf dalam siaran persnya kepada Beritadaerah.co.id, Kamis (22/4).

Menparekraf mengatakan, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sumatra Barat ke depan akan menitikberatkan perpaduan antara kekuatan budaya dan keindahan alam. Diantaranya adalah pengembangan geopark serta tambang batu bara Ombilin yang merupakan tambang batu bara tertua di dunia.

Sementara itu Gubernur Sumatra Barat H. Mahyeldi Ansharullah mengatakan Sumatra Barat siap untuk menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan disiplin di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Hal tersebut dikatakannya juga sejalan dengan konsep pariwisata ramah muslim yang juga mengedepankan kebersihan, kesehatan, dan keamanan.

Ditambahkan oleh Mahyeldi, bahwa hotel, restoran, dan sektor kuliner kita sudah siap untuk memenuhi seperti yang disampaikan bagaimana kita memenuhi unsur-unsur kebersihan, kesehatan, dan lainnya. Selain itu juga sudah siapkan turunan dari Perda (wisata ramah muslim) tersebut di tahun ini.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.