(Beritadaerah – Jakarta) Memasuki bulan Ramadan, beragam kuliner khas untuk menemani buka puasa biasanya bermunculan. Masih dengan cita rasa yang manis, kuliner satu ini wajib anda coba sebagai penganan takjil. Namanya jemunak. Uniknya, makanan tradisional khas Gunungpring Muntilan Kabupaten Magelang, Jawa Tengah ini cuma bisa dijumpai saat bulan Ramadan.

“Bikinnya sudah 20 tahun lebih, dari awal bikin di Dusun Karaharjan Gunungpring Muntilan,” kata pembuat jemunak, Ponisih (53th) ditemui belum lama ini.

“Jemunak itu makanan khas puasa. Bahannya dari ketela pohon, ketan, gula jawa, kelapa, daun pisang,” terangnya.

Cara membuatnya, pertama, masak ketan dahulu sampai setengah matang, sembari parut singkong. Lalu nanti keduanya dikukus dijadikan satu. Ketika sudah matang ditumbuk.

Setelah ditumbuk, adonan itu akan ditaburi parutan kelapa yang sudah dikukus serta gula Jawa yang sudah dicairkan. Lalu dibungkus daun pisang.

“Nanti diambil bakul-bakul ke sini, dijual di sekitar Gunungpring. Selain di Gunungpring nggak ada. Mungkin ada, tapi nggak begitu laku. Ya memang ciri khasnya Gunungpring,” imbuh Ponisih yang hari itu selesai memarut 17 kg singkong.

Dalam sehari, Ponisih mengaku bisa membuat sampai 30 kg adonan jemunak. Harganya dia jual Rp2.000 per bungkus.

Untuk membuat jemunak, Ponisih dibantu dua orang, adik dan anaknya. Mereka meneruskan usaha dari orangtua Ponisih, yakni Mbah Mul (86th).

Ponisih menjelaskan, untuk memarut singkong memang harus menggunakan tangan.

“Pakai mesin parut dulu pernah, tapi hasilnya singkong sama ketannya ndak luket (tercampur sempurna),” ujar anak kedua dari sembilan bersaudara ini.

Selain itu, masaknya juga harus pakai tungku kayu bakar. Kata Ponisih, kalau pakai kompor gas, rasa jemunak jadi kurang enak.

“Dan boros gas juga,” kata dia.

Ponisih mengaku, Sultan dari Keraton Yogyakarta pernah memesan jemunak padanya.

“Waktu itu ada acara kuliner di Gunungpring, ada utusan dari Jogja, selang berapa hari itu kok minta (dibuatkan). Lupa (pesan) berapa ya, tapi sepertinya cuma untuk konsumsi pribadi,” kisahnya.

Agustinus Purba/Journalist/BD
Editor : Agustinus

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.