KKP dan Provinsi Sumatera Barat Kembangkan Pusat Ikan Bilih Nasional

(Beritadaerah – Sumatera Barat) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB) bersama Pemerintah Daerah Provinsi Sumatera Barat akan mengembangkan Pusat Ikan Bilih Nasional (National Bilih Center) di Danau Singkarak, Sumatera Barat dengan melibatkan badan riset.

Saat ini DJPB telah melakukan restocking benih ikan nilem di Danau Singkarak, Sumatera Barat, sebanyak 100 ribu ekor yang merupakan hasil dari kegiatan pembenihan Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam. Melihat kondisi ikan yang saat ini semakin langka, perlu dijaga kelestariannya, hal tersebut disampaikan oleh Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto saat kunjungan kerja bersama dengan Komisi IV DPR RI.

Dalam kunjungan kerja ini  Komisi IV DPR RI di Danau Singkarak menyerahkan bantuan dari BPBAT Sungai Gelam kepada Pokdakan di Sumatera Barat senilai Rp 1,7 miliar antara lain berupa benih ikan nila, lele, mas, gurame dan patin dengan total 637 ribu ekor, calon induk ikan nila, lele dan mas dengan total 10 ribu ekor, pakan ikan mandiri dengan total 40 ton dan 5 paket budidaya ikan sistem bioflok.

“Saya mendampingi kunjungan kerja Komisi IV DPR RI yang dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Erma Rini dalam rangka kunjungan ke Danau Singkarak untuk melihat dan mendengarkan permasalahan masyarakat terkait pengelolaan perikanan di Danau Singkarak yakni permasalahan terancam punahnya ikan bilih. Kami meminta kepada Pemprov Sumatera Barat dan Gubernur Sumatera Barat setuju untuk mengembangkan bersama Pusat Ikan Bilih Nasional (National Bilih Center) dengan memanfaatkan UPTD milik Provinsi Sumatera Barat serta dengan melibatkan badan riset,” kata Slamet yang dikutip laman KKP, Senin (12/4).

Ditambahkan oleh Slamet, saat ini ada kurang lebih 19 jenis ikan asli Danau Singkarak, sehingga nanti akan ditebar bersama-sama ikan nilem yang termasuk salah satu jenis ikan asli Danau Singkarak. Kedepan ikan ini berkembang banyak dan bisa menambah penghasilan masyarakat.

Restocking merupakan agenda rutin KKP yang menjadi prioritas, selain untuk menjaga ketahanan pangan bagi masyarakat perairan umum, kegiatan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi di perairan umum sebagai ekosistem yang seimbang untuk pendapatan masyarakat.

Untuk merealisasikan itu semua, KKP melalui UPT DJPB terus berupaya dengan memproduksi benih ikan secara massal, untuk memenuhi kebutuhan benih bagi pembudidaya secara umum. Produksi benih juga dilakukan untuk menunjang kebutuhan restocking ikan yang rutin dilakukan di perairan umum sebagai upaya menjaga kelestarian sumber daya ikan di alam.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu