(Beritadaerah – Komoditi) Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Sidharta menyatakan bahwa hingga kuartal III 2020, volume transaksi kopi tercatat naik 63,06 persen dibanding tahun sebelumnya atau year on year (YoY) dengan kontribusi kopi terhadap total volume transaksi mencapai 33,4 persen di PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ).

Sidharta mengatakan bahwa total transaksi kontrak komoditi di kuartal III 2020 lalu mencapai 1,24 juta lot, dengan kontrak ukuran kopi jenis Robusta sebesar lima ton dan Arabika sebesar dua ton.

Kenaikan volume transaksi tersebut dinilai menunjukkan bahwa Kopi masih menjadi komoditas tujuan investasi menarik di Jakarta Future Exchange (JFX)

“Dengan tingkat harga saat ini yaitu Robusta di kisaran harga Rp19.700 hingga Rp20.800/kg dan Arabica Rp68.000 hingga Rp71.000/kg, kopi akan tetap menarik untuk diperjualbelikan di JFX,” ujar Kepala Bappebti dalam keterangan resmi Kementerian Perdagangan (Kemendag) pada Jumat (9/4/2021).

Menurut Kepala Bappebti, industri kopi memiliki karakteristik backward lingkage yang cukup besar. Artinya kemajuan industri ini akan berdampak pada berkembangnya sektor pendukungnya. Dengan demikian, maka kemajuan industri ini dipastikan akan menggerakkan ekonomi masyarakat di sekitar perkebunan kopi dan yang terlibat pengolahannya.

“Majunya industri ini akan mendorong berkembangnya sektor pendukung seperti perkebunan kopi, baik perkebunan kopi rakyat maupun perkebunan skala besar milik BUMN dan swasta nasional,” pungkas Sidharta.

 

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.