(Beritadaerah – Industri & Jasa) Industri udang nasional memanfaatan teknologi dalam pengaplikasian Millenial Shrimp Farming (MSF) atau tambak milenial. Hal ini menjadi daya tarik bagi generasi muda untuk dapat ikut serta dalam industri udang nasional, sehingga keberlanjutan program hingga generasi mendatang terjamin.

“MSF menjadi salah satu program unggulan KKP dalam rangka menggalakkan budidaya udang untuk peningkatan ekonomi masyarakat. Sebagai percontohan, pembangunan instalasi MSF telah dibangun di dua lokasi Unit Pelaksana Teknis milik Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya yakni di Jepara dan Situbondo,” ujar Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Slamet Soebjakto dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (30/3/2021).

Klaster percontohan MSF merupakan bagian dari peningkatan produksi udang nasional termasuk program lain seperti pengembangan klaster tambak udang, bantuan pemerintah berupa excavator, benih udang, sarana dan saluran irigasi tambak, pengembangan sistem perbenihan dan pakan, serta menarik investor dari dalam maupun luar negeri.

Konstruksi tambak yang berbentuk bundar menjadi satu keunggulan MSF karena kotoran udang, sisa pakan ataupun molting dapat terkumpul dengan mudah karena tidak ada titik mati sehingga tidak tertahan dalam satu titik.

Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo, Nono Hartanto, menilai bahwa digitalisasi sistem tambak pada MSF membuat pengambilan keputusan terkait perbaikan yang perlu dilakukan dapat lebih cepat karena data tersajikan secara realtime sehingga dapat meminimalisir kerugian yang bisa terjadi seperti akibat serangan penyakit.

Terkait keterlibatan milenial dalam pengelolaan tambak, Nono menambahkan bahwa tenaga muda ini diterjunkan langsung untuk dapat terlibat dalam mengelola tambak selama tiga siklus sebagai wahana pembelajaran.

“Diharapkan mereka akan memiliki kemahiran dan keterampilan sebagai manajer tambak, sehingga di masa depan dapat menjadi teknisi maupun supervisor tambak yang andal,” imbuhnya.

Dalam skala yang lebih besar, Nono juga berharap MSF dapat menelurkan calon pengusaha tambak dan pencetus kegiatan-kegiatan pertambakan nasional. “Kita juga akan menyambungkan mereka dengan sumber pendanaan seperti perbankan, BLU atau Bumdes sebagai sumber pendanaan operasional tambak,” tutup Nono.

Teknologi dalam MSF menggunakan fitur Oxy-Mix Fine Bubble yang akan memproduksi oksigen dari dua sumber yakni udara bebas dan oksigen cair yang akan menghasilkan oksigen dalam bentuk nano bubbles dan micro bubbles untuk menjaga kadar oksigen di dalam air.

Dengan kecanggihan teknologi yang diadopsi oleh MSF, operasional tambak dapat menjadi lebih mudah sehingga produksi udang dapat dioptimalkan melalui padat tebar tanpa harus khawatir dengan risiko penyakit karena kualitas air yang selalu terjaga.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani
Foto: Kemkominfo

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.