(Beritadaerah – Jombang) Menjelang panen raya padi Maret-April 2021, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) melakukan kunjungan ke beberapa daerah. Kali ini Mentan SYL melakukan panen sekaligus gerakan serap gabah di Kabupaten Jombang, Jawa Timur sebanyak 25.000 ton untuk mengoptimalkan stok beras dan menjamin harga tidak anjlok periode puncak panen Maret-April 2021. Menurut data BPS, potensi panen pada Maret 2021 seluas 1,63 juta hektar dan April luas 1,67 juta hektar.

“Hasil panen raya padi penyerapanya dilakukan Bulog dan BUMN lainnya seperti RNI dan bisa juga lintas sektor yaitu pihak swasta untuk menghandlenya. Kita berharap produktivitas bisa tetap menjaga harga sesuai dengan HPP yang telah ditetapkan, jangan sampai harga gabah/beras di bawah HPP,” kata SYL dikutip laman Pertanian, Senin (29/3).

SYL berharap pemerintah daerah yakni Gubernur dan Bupati ikut mengawasi agar kegiatan serap gabah/beras agar berjalan optimal. Pada prinsipnya, tegas SYL, kegiatan serap gabah dilakukan secara sinergi dengan semua pihak karena stabilisasi harga dan mengamankan stok pangan tidak semudah membalikkan telapak tangan.

Lebih lanjut SYL menegaskan produksi padi awal tahun 2021 ini cukup terjamin sesuai dengan target untuk memenuhi kebutuhan beberapa bulan ke depan. Kementan terus fokus meningkatkan produktivitas dan mengamankan harga.

Sementara iti, Bupati Jombang, Mundjidah Wahab mengaku sangat terbantu dengan hadirnya Gerakan Serab Gabah Petani (GSGP) Kementan. Dengan demikian, ada kepastian pada musim panen raya padi ini petani mendapatkan harga yang menguntungkan dan produksi padi juga terjamin.

Sedangkan Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Suwandi menambahkan Kementan di bawah komando Mentan SYL telah mengerahkan Tim GSGP sebagai langkah strategis guna mengamankan produksi atau stok beras nasional dan harga pada saat musim panen raya padi pada Maret-April 2021. Pada panen raya ini telah dilakukan penandatangan nota kesepahaman kesanggupan menyerap gabah/beras petani yang dilakukan secara sinergi antara Komando Strategi Penggilingan (Kostraling) Kementan dengan Bulog, PT. RNI dan BNI.

Selain itu juga Suwandi menyebutkan dalam nota kesepakatan ini, BNI menyiapkan kredit usaha rakyat (KUR) untuk Kostraling yang dapat difasilitasi KUR di Kabupaten Jombang dan proses budidaya, penanganan panen, pasca panen dan pengolahan hasil terpadu.

Berbagai upaya nyata dilakukan oleh Kementan antara lain mendorong meminimalisir kehilangan hasil, salah satunya melalui pemberian bantuan fasilitasi sarana pascapanen. Di antaranya alat panen dan perontokan (combine harvester), sarana pengering (dryer) dan penggilingan (Rice Milling).

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.