(Berita Daerah-Nasional)Menghadapi dinamika dan perubahan yang begitu cepat di era revolusi industri 4.0 dan menuju society 5.0, terbangunnya big data system dan one gate system menjadi tanggung jawab bersama baik pemerintah pusat ataupun daerah.

Terintegrasinya pelayanan virtual berbasis elektronik yang saling terhubung (online) yang berbasis artificial intellgence (AI) dan internet of things (IoT), menjadi tuntutan bagi pemerintah diera sekarang.

Konsep smart city kini tengah marak digalakkan di berbagai negara, tak terkecuali di Kota Solo. Selasa (30/3), Walikota Surakarta Gibran Rakabumi Raka bersama 11 OPD serta Direktur Keamanan dan Keselamatan (Kamsel) Korlantas Polri, Brigjen Pol Krisnanda Dwi Laksana dan Kapolresta Surakarta Kombes Pol Ade Safri Simanjuntak memimpin rakor pembangunan Solo Smart City dengan pendekatan Road Safety Policing.

Pengembangan sistem informasi terpadu sebagai basis dalam meningkatkan pelayanan kepada masyarakat jadi hal yang harus dilakukan. Untuk itu, Gibran, Walikota Surakarta menegaskan dengan konsep quick response smart city akan membuat layanan e-government dapat lebih cepat implikasinya kepada masyarakat.

Gibran juga menegaskan bahwa dalam era transformasi digital saat ini, data sudah menjadi aset yang sangat penting dalam menjalankan kegiatan pelayanan kepada masyarakat. Data sangat penting untuk diolah menjadi informasi yang akurat. Dengan penggunaan teknologi digital, akan mampu digunakan untuk mengevaluasi kualitas layanan.

Dengan terintegrasinya sistem TMC dengan Solo Destination akan menjadikan quick respon pelayanan terhadap masyarakat dan meningkatkan produktivitas daerah serta daya saing ekonomi, tegasnya.

Joey/Journalist/BD
Editor: Joseph Batubara

Leave a Reply

Your email address will not be published.