(Beritadaerah – NTT) Terminal Multipurpose Wae Kelambu telah rampung dan dapat diandalkan karena telah lulus uji sandar kapal perdana pada hari Jumat (26/3). Terminal Multipurpose Wae Kelambu, Pelabuhan Labuan Bajo di Nusa Tenggara Timur (NTT) ini telah selesai digarap oleh PT Brantas Abipraya (Persero) di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). Merupakan salah satu proyek unggulan Presiden Joko Widodo, proyek ini pun digadang akan mendukung Labuan Bajo menjadi destinasi super premium.

“Ya, perdana dengan berhasilnya kapal MV Mentari Prakarsa bersandar di terminal Wae Kelambu, ini menunjukkan bahwa fungsi terminal logistik ini sudah lulus teruji dengan baik,” kata Catur Prabowo, Direktur Operasi 1 Brantas Abipraya yang dikutip laman BUMN, Senin (29/3).

Catur menambahkan, kapal kontainer dengan panjang 112 meter yang dapat menampung sebesar 6.207 ton ini bersandar sempurna di termnal garapan Brantas Abipraya dengan panjang 120 meter. Uji sandar perdana ini pun disaksikan langsung oleh Menteri Perhubungan Republik Indonesia, Budi Karya Sumadi dan Direktur Jenderal Perhubungan Laut, R. Agus H. Purnomo.

Selesai tepat waktu, terminal ini memberikan wajah baru bagi Pelabuhan Labuan Bajo, hal ini dikarenakan Terminal Multipurpose Wae Kelambu selain menjadi lalu lintas logistik, terminal ini juga dapat menjadi bongkar muat kontainer dan kargo sehingga akan memisahkan aktivitas pariwisata dan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Labuan Bajo. Memiliki ukuran 120 x 20 meter, pengerjaan fisik lainnya yang diselesaikan Brantas Abipraya antara lain trestle berukuran 60 x 12 meter, causeway 690 meter dan pengerjaan reklamasi seluas 3 hektar.

Sesuai motonya Spirit for Giving the Best, dalam proses pengerjaannya walau Indonesia sedang dihadang pandemi Corona Virus Disease – 19 (COVID-19), hal ini tak lantas membuat Brantas Abipraya terhambat kinerjanya. Dapat diselesaikan sesuai target waktu, selama pengerjaannya ini Brantas Abipraya selalu memberikan yang terbaik dengan mengutamakan kualitas mutu, pelayanan dan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja).

Memperkuat penjelasannya, Catur juga mengatakan bahwa sejak tahun 2020 Brantas Abipraya menggunakan aplikasi AYO SEHAT yang telah dikembangkan BUMN konstruksi ini sejak tahun 2020. Aplikasi ini berfungsi untuk mendeteksi tingkat risiko tertular COVID-19.

Dengan hal ini, Brantas Abipraya memantapkan posisinya sebagai salah satu BUMN konstruksi terpercaya dengan keunggulan safety konstruksinya dan berhasil menyabet penghargaan WSO Indonesia Safety Culture Awards (WISCA) dari World Safety Organization (WSO), sebagai perusahan yang berkomitmen dan mengimplementasikan budaya keselamatan dan kesehatan kerja dan lingkungan (K3L) tingkat dunia dengan sangat baik atau level 4 (silver) pada 3 Februari 2021 lalu. Level ini menunjukkan bahwa Brantas Abipraya telah teruji proaktif sistem budaya K3L-nya baik di lapangan maupun di bagian administrasi melalui hasil survei dan observasi mendalam.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.