(Beritadaerah – Jakarta) Dalam rangka menyambut rencana pembukaan kembali perbatasan Indonesia bagi penerbangan internasional, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Barekraf) melakukan persiapan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Indonesia dengan penerapan travel corridor arangement (TCA) di sejumlah destinasi.

Kemenparekraf juga tengah menginisiasi pembukaan travel corridor arangement di Batam dan Bintan, Kepulauan Riau, hal tersebut disampaikan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno saat weekly press briefing yang digelar secara daring, Senin (22/3).

“Dengan upaya ini diharapkan agar pariwisata dengan mengacu pada protokol kesehatan yang ketat dan disiplin akan mampu menggeliat, membuka lapangan kerja, dan membangkitkan ekonomi kembali,” kata Menparekraf dalam keterangan persnya kepada Beritadaerah.co.id pada Selasa (23/3). 

Menparekraf menuturkan, dalam rakor tersebut, Menlu Retno Marsudi juga menuturkan ada beberapa negara yang akan memfinalisasikan perjanjian travel bubble dengan Indonesia. Negara-negara tersebut adalah Uni Emirat Arab, Qatar, Belanda, Republik Rakyat Tiongkok, dan Singapura.

Sebelumnya Kemenparekraf menggelar rakor tingkat menteri terkait perluasan travel corridor arrangement untuk sektor pariwisata yang memungkinkan kunjungan kembali wisatawan mancanegara (wisman) pada tanggal 17 Maret 2021.

Hadir dalam rakor tersebut Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Angela Tanoesoedibjo, Gubernur Bali I Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati, Dirjen Imigrasi Kemenkumham Jhoni Ginting, seluruh pejabat Eselon I di lingkungan Kemenparekraf/Baparekraf, serta 6 perwakilan dari sejumlah kementerian/lembaga seperti Kementerian Kesehatan, Kementerian BUMN, Satgas COVID-19 dan pihak terkait lainnya.

Selain pembukaan travel corridor di Batam dan Bintan, Menparekraf mengungkapkan pihaknya bersama kementerian dan lembaga terkait juga tengah menggencarkan vaksinasi bagi pelaku wisata dan ekonomi kreatif di Bali sebagai upaya mempersiapkan kesiapan Bali menerima wisatawan kembali pada Juni dan Juli mendatang.

Ditambahkan oleh Menparekraf, bahwa Kementerian Kesehatan juga telah mengirimkan 290 ribu dosis vaksin ke Pemerintah Provinsi Bali dan pada Juli nanti diharapkan sekitar dua juta warga Bali sudah mendapatkan vaksinasi. Hal yang sama juga kita lakukan di Batam dan Bintan.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Handi is a Partner of Management and Technology Services at Vibiz Consulting and Editor of beritadaerah.co.id. He is also working as trainer and consultant at LEPMIDA (Regional Investment and Management Development Institute).

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.