(Beritadaerah – Jakarta) Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono menargetkan peningkatan kualitas produk hasil perikanan untuk menggenjot volume dan nilai ekspor di 2021. Menteri Trenggono telah menyiapkan sejumlah strategi untuk mencapai target tersebut seperti pembaruan alat pengujian mutu produk.

Salah satu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Provinsi Gorontalo yang telah berhasil menembus pasar Singapura untuk 447 ekor kepiting bakau hidup. Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Rina melakukan pelepasan ekspor secara daring pada hari Selasa (16/3). Komoditas yang dihasilkan oleh UMKM berbentuk Usaha Dagang atau UD Mulia Abadi menjadi ekspor perdana sejak UMKM ini beroperasi.

“Kita bersyukur, berkat sinergitas dan kerja sama yang intens antara BKIPM, pelaku usaha dan Bea Cukai, kesempatan ekspor kini semakin terbuka, termasuk oleh UMKM,” kata Rina yang dikutip laman KKP, Rabu (17/3).

Rina memastikan, dalam kegiatan ini juga diserahkan Health Certificate (HC) dan Nota Pelayanan Ekspor kepada perwakilan eksportir. Penyerahan dilakukan secara dan simbolis oleh Kepala Stasiun KIPM Gorontalo dan Kepala Kantor Bea dan Cukai Gorontalo. Ia berharap hal ini menjadi awal yang baik dan semoga ekspor dari Gorontalo dapat kian meningkat.

Sementara Kepala SKIPM Gorontalo Hamzah memaparkan, selama Februari telah terjadi 25 pengiriman produk perikanan dari Gorontalo ke pasar ekspor. Total volume yang diekspor mencapai 4.708,6 kg senilai US$ 19.298,78. Pada bulan Februari telah dilakukan 15 kali pengiriman dengan jumlah sebanyak 2.147,4 kg komoditas non hidup dengan nilai ekspor ke Singapura mencapai US$ 9.013,22. Khusus Jepang, frekuensi pengiriman di bulan Februari mencapai 10 kali dengan jumlah 2.561,2 kg komoditas non hidup. Nilai produk perikanan ke Negeri Sakura tersebut mencapai US$ 10.285,55.

Ditambahkan oleh Hamzah, ikan tuna menjadi komoditas yang dominan di ekspor selama Februari, dan semua jajarannya akan terus memberikan pelayanan optimal agar pelaku usaha semakin semangat dalam melakukan ekspor.

Sebelumnya UD Irwin Tanralili Ambon juga telah berhasil menjangkau pasar Singapura untuk komoditas kepiting hidup setelah melalui pendampingan dari Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Ambon, Maluku.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.