(Beritadaerah – Blora) Memasuki masa tanam kedua, Pemerintah Kabupaten Blora berusaha mengatasi permasalahan pupuk. Jangan sampai petani kembali menemui kendala, saat kebutuhan pupuk meningkat pada masa tanam.

Hal itu disampaikan Bupati Blora Arief Rohman pada rapat koordinasi guna membahas pupuk bersubsidi di ruang pertemuan Gedung Samin Blora, Rabu (17/3). Menurutnya, kunci dari semua permasalahan pupuk adalah komunikasi. Sehingga, diharapkan persoalan pupuk di masa tanam pertama tidak terulang.

“Muaranya agar kepentingan masyarakat, kepentingan petani bisa terlayani. Minimal gesekan-gesekan yang ada di masa tanam pertama lalu, tolong usahakan yang kedua ini bisa diatasi secara bareng-bareng,” jelas bupati.

Senada, Sekretaris Daerah Kabupaten Blora selaku Ketua Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KP3) Komang Gede Irawadi juga berharap, agar pada masa tanam kedua, persoalan yang terkait dengan pupuk bersubsidi bisa diminimalkan. Salah satunya, segera mendistribusikan sekitar 21 ribu kartu tani kepada para petani.

“Mudah-mudahan sampai akhir Maret sudah terdistribusikan. Saya minta Dinas Pertanian dan BRI agar melakukan rekonsiliasi agar bisa terdistribusikan dengan baik,” jelasnya.

Menanggapi masukan tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Blora Reni Miharti menyampaikan, kartu Tani sudah disiapkan oleh BRI dan ditargetkan pada akhir Maret sudah didistribusikan.

“Alhamdulillah, Kartu tani sudah di Kancab Cepu dan Kancab Blora dengan jumlah cukup banyak. Dari BRI telah koordinasi kaitannya dengan rekonsiliasi dan pendistribusian, sesuai dengan target sebelum akhir Maret sudah selesai,” ungkap Reni.

Agustinus Purba/Journalist/BD
Editor : Agustinus

Leave a Reply

Your email address will not be published.