(Beritadaerah – Jakarta) Menguatnya permintaan ikan kerapu dari negara tujuan ekspor, mendorong para pembudidaya di sentral-sentral produksi untuk memacu usahanya. Saat ini kinerja ekspor kerapu mulai berjalan normal, setelah sebelumnya terhambat akibat turunnya permintaan akibat pandemi.

Untuk itu, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono meminta jajarannya terus mendorong peningkatan ekspor kerapu. Ekspor kerapu Indonesia memberikan kontribusi cukup besar terhadap total nilai ekspor produk perikanan nasional.

Saat meninjau lokasi budidaya kerapu hibrida cantang di Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Situbondo pada hari Selasa (16/3), Menteri Trenggono juga menyampaikan agar Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dapat mengembangkan potensi budidaya kerapu hibrida cantang yang sudah berjalan di Kabupaten Situbondo, Provinsi Jawa Timur. Selain karena sudah menguasai teknologi budidayanya, nilai jual komoditas tersebut juga tinggi.

Sebagai informasi, Kerapu Hibrida Cantang merupakan kerapu hasil persilangan antara induk kerapu macan betina dengan kerapu kertang jantan. Keunggulan dari kerapu hibrida ini antara lain memiliki nilai ekonomis yang tinggi, serta dapat tumbuh lebih cepat dari induk aslinya, yaitu sekitar 500-600 gram dalam waktu 5-6 bulan dari ukuran tebar 10 cm di Keramba Jaring Apung (KJA).

“Budidaya kerapu hibrida ini perlu untuk terus didorong potensinya, karena selain keunggulannya yang menguntungkan, juga sejalan dengan visi KKP dalam membangun kelautan dan perikanan yang berdaya saing dan berkelanjutan untuk kesejahteraan masyarakat,” ucap Menteri Trenggono yang dikutip laman KKP, Rabu (17/3).

Selain itu, Menteri Trenggono juga menyampaikan Badan Layanan Umum (BLU) LPMUKP yang dimiliki KKP dapat memberikan akses pinjaman modal bagi para pembudidaya. Berdasarkan informasi yang dilansir dari BPBAP Situbondo, ikan kerapu merupakan salah satu komoditas hasil perikanan budidaya yang memiliki nilai ekonomis tinggi di pasar regional maupun internasional.

Sementara itu Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Slamet Soebjakto mengatakan aktivitas budidaya ikan kerapu yang dilakukan masyarakat ini merupakan peluang emas di masa pandemi, karena dipastikan akan menggerakkan ekonomi masyarakat.

Sedangkan Kepala BPBAP Situbondo, Nono Hartanto menegaskan bahwa Situbondo akan semakin fokus untuk menjadi pusat budidaya ikan kerapu yang terbaik, bukan saja di Indonesia melainkan juga se-Asia dan dunia. Oleh karena itu BPBAP Situbondo menjadi tempat belajar bagaimana cara budidaya ikan kerapu yang baik dan benar.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.