Beritadaerah mendapatkan kesempatan menelusuri sungai-sungai di Kabupaten Humbang Hasudutan, Tapanuli Utara dan Tapanui Tengah di Provinsi Sumatera Utara. Simak tulisan berikut ini yang merupakan pengharapan mengalirkan energi listrik dari air sungai di Tano Batak yang mengalir dengan derasnya.

Perjalanan ke Sumatera Utara ditempuh dari Jakarta menuju Silangit selama lebih dua jam di udara, situasi pandemi tidak menghalangi penerbangan, bahkan sekarang ini penerbangan ke Silangit dilakukan tiga kali sehari tanpa henti. Apakah pesawatnya kosong? Wah ternyata tidak, duduk antar penumpang yang seharusnya berjarak, nampak tidak lagi, penuh semuanya. Hujan menguyur Silangit saat saya tiba, petugas bandara membagikan payung satu per satu kepada penumpang yang turun, dan seorang ibu saya payungi supaya tidak kena hujan sampai ke terminal. Inang ini jalan begitu cepat dan kelihatan sudah biasa berjalan dengan pesawat. Inilah penduduk Sumatera Utara yang menjadi bagian Indonesia Maju.

Sekarang ini proses untuk masuk sebuah daerah ditambahkan dengan pencatatan yang sangat tertib untuk menjaga penyebaran virus corona. Saya melaluinya dengan aman dan menuju kendaraan yang sudah menunggu. Tidak sendirian, saya bersama dengan seorang calon investor yang akan melihat potensi besar yang ada di Humbang Hasudutan, Tapanuli Utara dan Tapanui Tengah.

Bukan main-main, “million US dollar!“ katanya yang sudah disiapkan. Dia membuat konsorsium untuk masuk ke Indonesia. “Your country is great country” katanya membanggakan saya. Memang ini juga yang sering ditulis di beritadaerah, Indonesia akan masuk menjadi negara terbesar ke empat di dunia pada tahun 2050. Berdasarkan Market Exchange Rate (MER), ranking PDB Indonesia diperkirakan meningkat dari urutan ke-16 pada tahun 2015/16 menjadi urutan ke-9 pada tahun 2030 dan urutan ke-4 pada tahun tahun 2050.

Pembangunan sumber daya manusia serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi pada tahun 2045 diprediksi akan terjadi banyak kemajuan. Pendidikan, peningkatan taraf pendidikan rakyat indonesia dipercepat melalui, meningkatnya rata-rata lama sekolah menjadi 12 tahun (2026–2035). Angka Partisipasi Kasar (APK) pendidikan tinggi mencapai 60% pada tahun 2045. Jumlah mereka yang lulus pendidikan menengah keatas mendekati 100% pada tahun 2045. Meningkatkan proporsi lulusan professional dalam bidang ilmu teknik. Meningkatkan pendidikan vokasi berorientasi demand-driven.

Saya pernah berdiskusi dengan Kepala Bappenas pada tahun 2019, dan menarik bahwa Presiden Jokowi di Merauke pada tanggal 20 Desember 2015 menuliskan tentang Impiannya bagi Indonesia 2015-2085. Impian pertama sumber daya manusia Indonesia yang kecerdasannya mengungguli bangsa-bangsa lain di dunia. Kedua masyarakat Indonesia yang menjunjung tinggi pluralism, berbudaya, religious dan menjunjung tinggi nilai-nilai etika. Ketiga Indonesia menjadi pusat pendidikan, teknologi dan peradaban dunia. Keempat Masyarakat dan aparatur pemerintah yang bebas dari perilaku korupsi. Kelima terbangunnya infrastruktur yang merata di seluruh Indonesia. Keenam Indonesia menjadi negara yang mandiri dan negara yang paling berpengaruh di Asia Pasifik. Ketujuh Indonesia menjadi barometer pertumbuhan ekonomi dunia.

Tujuh mimpi Jokowi kemudian ini digagas oleh Bappenas menjadi dasar Visi Indonesia 2045, menurut Kepala Bappenas kenapa 2045 adalah karena 100 tahun dari hari kemerdekaan Indonesia. Visi 2045 ini dituangkan dalam beberapa indikator yang lebih terukur dan sesuai dengan Undang-Undang Dasar dengan visi Indonesia Berdaulat Maju Adil Dan Makmur. Gagasan Bappenas ini diwujudkan sesuai dengan megatrend yang akan terjadi di dunia pada tahun 2045, dalam hal demografi, perekonomian dunia, pembangunan sumber daya manusia termasuk pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, kesehatan. Pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan. Bappenas menuangkannya menjadi Pilar Pembangunan Indonesia 2045. Mimpi pembangunan infrastruktur yang tidak terputus hingga tahun 2085 memang bertujuan meningkatkan konektivitas, mendorong pemerataan pembangunan antar wilayah, memenuhi parsaranan dasar, antisipasi terhadap perubahan iklim dan mendukung pembangunan perkotaan dan pedesaan. Pembiayaan infrastruktur dilakukan melalui dana Pemerintah yang didapat dari APBN, Surat Utang/ Obligasi, Availability Payment. Dana BUMN melalui Pasar Modal, Obligasi, Penugasan Pemerintah. Dana Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha atau disingkat KBPU yang bentuknya konvensional seperti: Build, Operate, Transfer (BOT), Build, Operate, Lease (BOL), Build, Operate, Own (BOO), juga Aliansi Strategis. Atau juga dana dari swasta murni yang bentuk kegiatannya Solicited (agenda pemerintah) Unsolicited (inisiatif murni swasta).

Terjadi perubahan dalam listrik per kapita dan peranan energi baru dan terbarukan semakin besar. Sehingga pemenuhan kebutuhan energi masyarakat mencapai 100 persen.Sekarang mimpi ini mulai menapaki kenyataan, Indonesia menjadi sasaran untuk tujuan investor mengalirkan modalnya. Saya memiliki keyakinan bahwa Indonesia akan kebanjiran investor saat ini, sebab memang masa depan Indonesia yang cemerlang.

Kami berjalan hingga menuju ke lokasi pertama di daerah Dolok Sanggul, ini adalah bentuk investasi Unsolicited (inisiatif murni swasta). Lokasi rencana bendung Pembangkit Sisira terletak di desa Pusuk, Kecamatan Parlilitan. Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara. Pembangkit Sisira dapat ditempuh melalui Kota Medan dengan kondisi jalan yang relatif baik. Dari Silangit ditempuh sekitar 1,5 jam perjalanan ke Dolok Sanggul, dan 30 menit menuju ke desa Pusuk Parlilitan. Kabupaten Humbang Hasundutan terletak di jajaran Bukit Barisan dengan keadaan tanah yang bergelombang dan pemandangannya yang luar biasa indah. Ketinggian 330 s/d 2075 meter dari permukaan laut. Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki kemiringan yang beragam antara 0%-44%. Pembangkit Sisira memanfaatkan daerah aliran Sungai Eaek Sisira sebagai sumber energi untuk pembangkit listrik. Luas DAS Sisira adalah 81.414 km2 dengan panjang sungai utama 20 kilometer.

Tiba di lokasi Sisira, memang memperlihatkan bagaimana kondisi yang bagus dari sungai Sisira. Dengan cara membendung yang tidak sulit, dan mempunyai kemiringan yang tinggi menuju ke power house meyakinkan investor bahwa ini adalah proyek yang sangat bagus untuk bisa menghasilkan listrik hampir 10 MW, cukup untuk sekitar 10.000 rumah mendapatkan penerangan. Alam sangat bersahabat dan juga penduduk sekitar sudah sangat menantikan kedatangan kami. Perjumpaan dengan kepala kampung sangatlah ramah, mereka menyajikan kopi Lintong yang terkenal dan diolah oleh penduduk lokal. Sambil minum kopi kami berbincang-bincang dan menghitung-hitung bagaimana investasi ini bisa dilakukan. Lahan untuk jalan menjadi perbincangan bersama untuk dibuka sebagai jalan kampung, dan lahan untuk pembangkit sudah sebagian besar dibebaskan.

Mimpi Indonesia maju bukanlah mimpi lagi melalui kunjungan ini, dengan kehadiran foreign direct investment seperti ini adalah sebuah langkah untuk mewujudkan mimpi itu. Saya sudah bertemu juga dengan petani kopi yang tentu akan menjadi perhatian kami mendapatkan perhatian dalam pengembangan masyarakat dalam hal budidaya kopi. Banyak hal yang bisa diperbuat untuk meningkatkan pendapatan masyarakat dan berujung pada kemajuan bagi kabupaten Humbang Hasundutan dan juga Indonesia secara keseluruhan. Kunjungan berlangsung hingga matahari terbenam dan kami pamit pulang menuju penginapan yang dekat dengan lokasi pembangkit selanjutnya, Tarutung, kota di Tapanuli Utara! (bersambung….)

About The Author

Editor in Chief Vibiz Media Network, Coordinating Partner of Business Advisory Vibiz Consulting.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.