(Beritadaerah – Komoditi) Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) memastikan ketersediaan sapi potong dan daging beku guna memenuhi kebutuhan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) yakni bulan Ramadhan dan Lebaran.

Mentan meninjau PT. Tanjung Unggul Mandiri (TUM) sebagai fedloter dan stok daging beku PT. Indoguna Utama di kabupaten Tangerang Provinsi Banten, Rabu (3/3).

“Saya bersama dengan Jajaran Dirjen Kementerian Pertanian, Dirjen Kementerian Perdagangan didampingi Bupati Tangerang berkunjung ke PT. TUM dengan tiga agenda yang kita akan laksanakan bersama-sama setelah sebelumnya kita sudah buat kesepakatan,” ujar Mentan SYL saat meninjau stok sapi potong di kandang penggemukan, di Tangerang.

Tiga agenda Kementan terkait upaya menjamin ketersediaan daging sapi untuk HBKN dan secara berkelanjutan. Pertama, emergency agenda yakni mempersiapkan ketersediaan sapi potong menghadapi puasa ramadan dan Idul Fitri sebagai big season kebutuhan daging.

Kedua, agenda temporary yakni menjaga ketersediaan daging sapi pasca-puasa Ramadan dan Idul Fitri sehingga sapi yang sudah dipotong harus segera digantikan agar ketersediaan sapi tetap terjaga secara berkelanjutan.

Ketiga, agenda permanen. Agenda ini adalah dengan menyiapkan ketersediaan sapi dalam negeri untuk meningkatkan ketahanan pangan, ketersedian daging sehingga tidak perlu tergantung dengan negara lain lagi.

“Oleh karena itu Kementan dan Kemendag harus memiliki kerjasama yang kuat tentu saja dengan Kementerian BUMN juga untuk di back up private sektor kita dalam hal ini PT TUM yang sudah berpengalaman menangani supply sapi,” tegasnya.

“Kita harus sama sama merencanakan bagaimana selanjutnya untuk menjaga kestabilan ketersediaan sapi,” sambung SYL.

SYL memerintahkan agar secepatnya berkoordinasi dengan Kemendag untuk menyusun strategi menjaga ketersediaan dan menstabilkan harga baik menjelang ramadan dan Idul Fitri maupun nanti hingga Desember 2021. Ini menjadi peluang untuk pengusaha dan stakeholder bersama pemerintah untuk berbagi sehingga pemerintah bisa tetap menjaga ketersediaan dan kestabilan harga.

Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Nasrullah mengatakan, menjelang HBKN, permintaan dan kebutuhan daging sapi untuk konsumsi masyarakat melonjak naik. Oleh karena itu, Menteri Pertanian SYL mulai melakukan pengecekan ketersediaan sapi potong sejak dini.

Nasrullah mengungkapkan stok sapi bakalan di PT. TUM per tanggal 28 Februari sebanyak 8.094 ekor dengan jumlah sapi siap potong sebanyak 5.091 ekor yang bila dikonversikan menjadi 1.140,94 ton daging sapi.

“Kami juga sudah mengecek ketersediaan di lapangan dan relatif cukup aman sampai dengan kebutuhan lebaran 2021,” pungkas Nasrullah.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani
Foto: Kemkominfo

About The Author

Editor of Vibiz Media Network and Head of Vibiz Learning Center

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.