(Beritadaerah – Nasional) Budidaya ikan patin di tanah air saat ini sangat berkembang pesat. Permintaan pasar yang meningkat setiap tahunnya, mendorong menjamurnya bisnis budidaya ikan ini di masyarakat. Untuk itu, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM) melalui Balai Riset Pemuliaan Ikan (BRPI) Sukamandi, Subang, Jawa Barat melakukan riset guna meningkatkan produktivitas dan mendapatkan bibit unggul dari ikan patin.

Business Innovation Center (BIC), yang didirikan oleh Kementerian Negara Riset dan Teknologi Republik Indonesia melakukan pemilihan terhadap 412 proposal karya inovasi dan menetapkan Ikan Patin Perkasa (Patin Super Karya Anak Bangsa) sebagai 112 Karya Inovasi Indonesia Paling Prospektif – 2020. BIC sebagai lembaga yang terbentuk sejak tahun 2008, bertujuan mengoptimalkan pemberdayaan inovasi di Indonesia dan meningkatkan pembangunan nasional.

Disampaikan Kepala BRPI Joni Haryadi, riset terkait Patin Perkasa dilaksanakan BRPI sejak 2010, di mana saat itu terpantau kualitas benih patin yang beredar di Indonesia sangat heterogen. Pada umur yang sama, terjadi pertumbuhan yang berbeda-beda di berbagai lokasi di Indonesia. Seiring dengan perkembangan patin yang sangat pesat di Indonesia, masyarakat sudah bisa melakukan pemijahan sendiri sehingga penyebarannya menjadi tidak terkendali dan menyebabkan terjadi penurunan genetik. Selain itu, sejak pertama patin siam masuk ke Indonesia pada tahun 1972, belum terdapat upaya untuk memperbaiki genetik tersebut.

“Pada 2010 hingga 2017, BRPI melakukan seleksi ikan patin, dengan benih yang berasal dari Sukamandi, Jambi, dan Palembang, sebanyak dua generasi. Hasilnya sangat bagus, yakni respon seleksi menunjukkan angka 38,86 persen, sudah memenuhi persyaratan respon seleksi minimal 30 persen. Hasil uji lapangan ikan patin di empat lokasi, yaitu Tulungagung, Kuningan, Bandar Lampung, dan Sukamandi, membuktikan berbagai keunggulan patin super ini dibanding patin biasa yang selama ini terdapat di masyarakat. Ikan tersebut mampu tumbuh cepat dan pada 2018 telah diterbitkan Surat Keputusan (SK) Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 75/KEPMEN-KP/2018  tentang Pelepasan Ikan Patin Perkasa, yang menetapkan Ikan Patin Perkasa sebagai jenis ikan baru yang akan dibudidayakan,” kata Joni yang dikutip laman KKP, Selasa (2/3).

Dari hasil riset tersebut ada perbedaan ikan patin perkasa dengan patin biasa. Ikan patin perkasa memiliki bebagai keunggulan diantaranya, pertumbuhan lebih cepat 16,61 – 46,42 persen, dari sisi produktivitas lebih tinggi 11,27 – 46,41 persen.

Sedangkan dari rasio konversi pakan (FCR) lebih rendah 5,6 – 16,3 persen. Untuk Harga Pokok Produksi (HPP) yang ditetapkan lebih rendah 4,45 – 17,92 persen dan B/C ratio pembesaran lebih tinggi 14,71 – 48,48 persen. Diharapkan dengan inovasi ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi pembudidaya ikan patin di tanah air.

Handi Fu/Journalist/BD
Editor: Handi Fu

About The Author

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.