(Beritadaerah – Ekonomi Bisnis) Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya  mengembangkan peternakan dan kesehatan hewan dan meningkatkan produksi susu segar. Melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) telah ditandatangani nota kesepemahaman dengan Pemerintah Kabupaten Gowa dan PT. Sumber Citarasa Alam (PT. Cimory Group) serta Kesepakatan Bersama antara Pemda Gowa dan Universitas Hasanudin.

Direktur Jenderal PKH, Nasrullah, Senin (1/3/2021), mengatakan bahwa Nota Kesepakatan ini dimaksudkan juga sebagai salah satu landasan dalam pelaksanaan pengembangan komoditas peternakan di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan dalam pelaksanaan program super prioritas peternakan.

Nota Kesepakatan ini bertujuan untuk menciptakan sinergitas yang baik antara semua pihak dalam mendukung pemenuhan protein hewani di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.

Tujuannya, untuk mempercepat pengembangan komoditas peternakan dan hilirisasi, serta meningkatkan kesejahteraan petani dan/atau peternak.

“Ruang lingkup nota kesepakatan ini meliputi, pengembangan komoditas peternakan, penyediaan sarana dan prasarana, fasilitasi peningkatan kapasitas dan pendampingan sumberdaya manusia, serta kebutuhan lainnya yang disepakati,” jelas Nasrullah.

Nasrullah melaporkan, secara nasional jumlah populasi sapi perah relatif stagnan, yaitu sekitar 0,5 juta ekor dengan produksi susu segar dalam negeri (SSDN) dikisaranan 0,9 juta ton. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tingkat konsumsi susu masyarakat Indonesia tahun 2019 masih berkisar 16,27 kg per kapita/tahun.

Sedangkan, kebutuhan susu di Indonesia mencapai 4,3 juta ton per tahun, sementara produk susu nasional belum sampai 1 juta ton per tahunnya. Sehingga kontribusi susu dalam negeri terhadap kebutuhan susu nasional baru sekitar 22 persen demi mencukupi maka dilakukan impor.

Untuk itu, dengan masuknya investasi pengolahan produk susu sapi perah oleh PT Cimory, merupakan langkah awal adanya kepastian pasar dari produk susu di Provinsi Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Gowa.

Menteri Pertanian (Mentan), Syahrul Yasin Limpo alias SYL mengatakan, untuk mengurangi produksi susu impor, pemerintah telah melakukan berbagai upaya. Misalnya meningkatkan skala dan efisiensi usaha peternakan, kemampuan ekonomi peternak atau pelaku usaha, akses pasar, daya saing dan membangun sinergi saling menguntungkan, serta berkeadilan yang diwujudkan dalam pola kemitraan usaha peternakan.

Pemerintah juga berupaya mengembangkan sapi perah melalui berbagai program dan dukungan terhadap pengembangan peternakan. Maka, diharapkan pihak swasta dan masyarakat peternak dapat mendukung pengembangan agribisnis peternakan dan mengadopsi sistem manajemen yang lebih efisien agar dapat bersaing di pasar internasional.

Mentan berharap langkah-langkah strategis dan operasional ini bisa diikuti oleh swasta lainnya dengan melibatkan stakeholders terkait baik lingkup Pemerintah Daerah, Perusda maupun pemerintah pusat.

Emy T/Journalist/BD
Editor: Emy Trimahanani

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.