Salah satu solusi menghadapi masalah kelistrikan terutama di daerah perdesaan adalah pembangkit listrik tenaga air skala mikro. Pembangkit Listrik Tenaga Mikro‐Hidro (PLTMH) merupakan sejenis pembangkit tenaga listrik yang mirip dengan PLTA, hanya sekalanya lebih kecil. Air dari sungai menggerakan pemutar kincir secara alami dan disambung ke generator untuk menghasilkan listrik. Beberapa waktu lalu telah dilakukan penelitian topografi lapangan tentang bagaimana potensi PLTMH di desa Huta Dolok.

Lokasinya berada pada aliran Sungai Aek Raisan yang terletak di Desa Huta Dolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah ‐ Propinsi Sumatera Utara. Secara geografis terletak pada 01˚50’10” LU dan 98˚49’50” BT. Lokasi tersebut dapat ditempuh dengan jarak ± 2.50 km dari Ibukota Kecamatan Sitahuis. Desa Huta Dolok dapat ditempuh dari daerah Pandan –ke Sibolga Utara lalu ke Sitahuis Tarutung – Sitahuis sekitar 78 kilometer dengan waktu perjalanan 4 jam perjalanan, jalan sudah beraspal namun beberapa daerah terjal dan banyak tikungan.

Sungai Aek Raisan yang menjadi sumber aliran listrik terletak di Desa Huta Dolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten  Tapanuli Tengah  ‐ Propinsi Sumatera Utara. Secara geografis terletak pada 01˚50’10” LU dan  98˚49’50” BT.   Luas Wilayah Kecamatan Sitahuis 50.52 km2 , berada pada ketinggian 200 – 800 m diatas permukaan air laut. Secara administrasi batas daerah lokasi rencana pekerjaan adalah: ‐ Sebelah Utara : Kecamatan Kolang ‐ Sebelah Selatan : Kecamatan Pandan dan Kota Sibolga ‐ Sebelah Barat : Kecamatan Tapian Nauli ‐ Sebelah Timur : Kabupaten Tapanuli Utara. Luas daerah aliran sungai (DAS) Aek raisan pada lokasi rencana PLTM adalah 247.95 km persegi dengan panjang sungai 27.21 km.

Desa Huta Dolok, Kecamatan Sitahuis, Kabupaten Tapanuli Tengah, keadaan topografi daerah tersebut sebagian besar berbukit‐bukit dengan ketinggian 200 – 800 meter di atas permukaan laut. Kemiringan lereng nya bervariasi antara 10 derajat sampai 45 derajat, kondisi topografi daerah pengaliran sungai (DAS) Raisan Huta Dolok termasuk dalam kategori berbukit‐bukit, kondisi tersebut tercermin dengan banyaknya anak‐anak sungai. Secara umum berbentuk elipsoid condong memanjang yang mengindikasikan bahwa daerah ini tersusun oleh litologi yang relatif lunak dan seragam. Berdasarkan peta dan survai di lapangan pola aliran sungai adalah denditrik.

Kondisi Geologi Huta Dolok, Disamping sesar utama Semangko, sesar‐sesar sekunder dan lipatan‐lipatan berkembang di sekitarnya, termasuk di wilayah Kabupaten Tapanuli Tengah. Lipatan yang berkembang di daerah tersebut terjadi pada Oligo ‐ Miosen ‐ Plio‐Plistosen, dengan arah lebih‐kurang barat laut–tenggara. Patahan yang berkembang hanya berupa sesar‐sesar normal dengan arah sesar Barat Laut – Tenggara dan Timur Laut – Barat Daya serta Timur ‐ Barat.

Morfologi daerah penelitian di Kecamatan Sitahuis Kabupaten Tapanuli Tengah secara umum merupakan bagian dari rangkaian Pegunungan Bukit Barisan dan juga merupakan Daerah Patahan Besar Sumatera (Great Sumatran Fault Zone) atau secara spesifik dikenal sebagai Patahan Batang Gadis‐ Batang Angkola Batang Toru. Patahan ini terus bergerak sehingga kerap kali menimbulkan gempa bumi besar.

Analisis Hidrologi dilakukan untuk mendapatkan besarnya debit andalan yang akan digunakan oleh pembangkit listrik dan penentuan debit banjir rancangan. Untuk maksud tersebut akan diperlukan pengumpulan semua data Hidro‐Meteorologi yang ada untuk daerah lokasi proyek seperti data hujan, data iklim, penguapan, data debit sungai dan sebagainya untuk periode waktu yang panjang. Lingkup pekerjaan mencakup : Pembuatan kurva debit (Flow Duration Curve – FDC) sebagai dasar penentuan Debit Andalan Pembangkit (Dependable Flow), Pengukuran Debit Sesaat dengan peralatan Current Meter pada lokasi rencana Bendung dan Saluran Pembuang (Tail Race), Pengukuran Sedimentasi Suspensi Air Sungai (pengambilan contoh air di lapangan dan pemeriksaan di laboratorium), Analisis Aliran Rendah (Low Flow) untuk mendapatkan karakteristik Debit Jangka Panjang serta menentukan ketersediaan air untuk Pembangkit Listrik, Analisis Debit Banjir rencana dengan periode ulang 2 tahun, 5 tahun, 10 tahun, 25 tahun, 50 tahun, 100 tahun dan 1000 tahun. Berdasarkan hasil penelitian tersebut desain debit banjir rancangan untuk bendung mengunakan debit banjir dengan periode ulang (T) 100 tahun, yaitu sebesar 812.91 m 3 /dt sedangkan sebagai kontrol jagaan banjir untuk bendung, menggunakan desain banjir dengan periode ulang (T) 1000 tahun, yaitu sebesar 1056.79 m 3 /dt. Debit andalan pada daerah aliran sungai (DAS) dan tinggi jatuh energi (head netto) sebesar 102.21 meter, efisiensi turbin 80%, efisiensi 95%, dan percepatan gravitasi = 9.81 m2 /det.

Biaya investasi atau modal disebut juga biaya finansial suatu proyek. Biaya finansial dapat ditafsirkan sebagai sejumlah pengeluaran yang dibutuhkan untuk penyelesaian atau pelaksanaan pekerjaan (pembangunan). Prakiraan biaya konstruksi dihitung berdasarkan volume pekerjaan (BOQ) dan harga satuan pekerjaan (HSP) konstruksi baik bangunan sipil maupun mesin dan listrik. Perkiraan biaya konstruksi Rp 183 milyar dengan manfaat atau benefit dari energi listrik yang dibangkitkan atau dihasilkan dengan harga jual listrik, dimana ditinjau pada harga jual (tarif ) sebesar Rp. 787,20.‐/KWh dengan umur ekonomi rencana diperkirakan 20 tahun.

PLTM sebagai bagian dari kekayaan Indonesia dalam pengembangan energi memiliki tantangan terbesar dalam pembangunannya. Tantangan itu adalah bagaimana menyediakan modal untuk pembangunan infrastruktur yang diperlukan. Seperti tantangan Indonesia secara nasional adalah bagaimana foreign direct investment (FDI) yang stagnan dalam pertumbuhan ekonomi. Kondisi ini perlu ditelusuri secara mendalam bagaimana atau apa penyebabnya. Penelitian yang dilakukan oleh Vibiz research tentang penyebab utama stagnasi masuknya aliran modal ke proyek-proyek investasi Indonesia, adalah kurangnya perusahaan Indonesia yang credible untuk berperan sebagai partner. Inilah yang menjadi alasan juga Indonesia Investment Authority (INA), bahwa investor memiliki partner yang credible untuk membuat sebuah investasi dapat berhasil. Oleh investor perusahaan yang dikatakan credible adalah mereka yang memiliki kepastian hukum seperti perusahaan go public.

Vibiz Research memiliki kalkulasi, untuk PLTM biasanya secara umum kebutuhan investasinya berkisar antara 2.4 hingga 2.8 juta dolar Amerika per MW. Ini adalah hal kedua yang diperhatikan oleh seorang investor yaitu besarnya investasi per MW, bila terlalu mahal akan membuat investor tidak lagi berminat. PLN sendiri melalui PPA menetapkan harga berkisar 0.08 dolar Amerika. Dengan capacity factor 65 persen dan average transmission loss rate sebesar 3 persen maka secara tahunan dihasilkan 54 juta kwh, ini untuk PLTM sebesar 10 MW. Bagaimana dengan pendapatan yang dihasilkan? Secara tahunan akan menghasilkan 4.3 juta dolar. Pendapatan ini akan menghasilkan keuntungan sekitar 1.4 juta dolar Amerika per tahun dan diperkirakan investasi akan kembali pada tahun ke 9, dengan angka IRR mencapai lebih dari 17 persen. Kalkulasi ini cukup menarik bagi investor yang sanggup memberikan pendanaan sebesar 100 persen. Untuk menjaga bahwa kepemilikan PLTM tetap berada dalam perusahaan Indonesia, bisa dikombinasikan dengan meningkatkan nilai perusahaan melalui pendekatan go public dan membuat para pemilik modal mempunyai nilai yang berkali lipat.

PLTM sebagai pembangkit listrik mempunyak efek pengungkit yang kuat bagi kemajuan sebuah daerah. Tantangan pembiayaan yang diperlukan, tidak harus selalu menggunakan dana pemerintah, melalui skema-skema investasi yang menguntungkan, partner yang credible memungkin pembangunan berjalan dan semua stakeholder mendapatkan benefit sesuai kebutuhannya. Aek Raisan bisa dikembangkangkan dengan pendekatan ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.